Friday, 14 June 2019

TIPS DAN TRIK AGAR BISA MASUK KE RAUDOH (TAMAN SURGA)

Assalamualaikum,

Nyambung lagi mengenai cerita sewaktu haji tahun 2014 yang lalu, disini Ana akan cerita mengenai bagaimana cara masuk Raudoh di waktu musim haji

Para Jemaah Haji Antri masuk Raudoh
Sebenarnya tidaklah terlalu sulit masuk ke raudoh, asalkan sabar menunggu. Sulit dianggap karena tidak sabar menunggu gilirannya. Biasanya askar akan membagi beberapa sekat agar jemaah bisa masuk dengan tertip dan bagi yang berada di dalam raudoh hanya dibatasi waktu sekitar 15 menit s/d 20 menit. Waktunya tidak lama karena bila musim haji banyak orang yang ingin berdoa di dalam raudoh.


Terllihat ada sekat putih untuk mengatur jemaah

Di samping mimbar ini, biasanya orang banyak ingin sholat disana


Bilamana nanti anda berada di dalam Raudoh, pastikan bahwa pada saat anda berdoa berada di karpet Hijau dan Bukan Merah. Tapi kalau menurut saya walaupun kita tidak berada di dalam Karpet Hijau, Insha Allah bilamana kita berdoa di karpet Merah pun doa akan dikabulkan alias Mustajab selama dalam lingkungan masjid Nabawi asalkan niat ikhlas dan tulus.

Semasa di dalam Raudoh, pastinya anda akan melihat orang2 banyak melakukan sholat baik sholat sunnah maupun sholat wajid di posisi dekat mimbar dan juga sebelah makam nabi.


Ini sedekar tips and trik bilamana anda nanti ingin masuk raudoh dan juga selama berada di dalam Raudoh.
Tempat Sholat Imam sebelah Mimbar
1. Bilamana anda ingin masuk Raudoh, usahakan diwaktu malam hari diatas jam 1 malam. Karena disitulah waktunya orang tidur sehingga jemaah yang hadir berkurang ramainya dibandingkan siang hari. Saya tidak pernah masuk ke raudoh di waktu siang hari karena pastinya ramai sekali.
2. Ikut antrian sekat per sekat biasanya si Askar memberlakukan 3 sekat untuk jemaah yang ingin masuk ke dalam raudoh dan ikuti saja dan jangan sampai terlalu nafsu untuk mengejar posisi ataupun berebutan sambil berlari karena kadang kasihan lihat kakek-kakek sampati terjatuh ketika didorong. Karena kalau kita berada di sekat yang di dekat raudoh, kita nggak perlu khawatir, jemaah yang di sekat kedua masuk ke dalam raudoh. mereka pun mengikuti harus mengikuti aturan
3. Bilamana berada di dalam Raudoh, Usahakan banyak melakukan sholat baik wajib maupun sunnah sebanyak mungkin atau pun berdo'a sebanyak mungkin sehingga anda bisa menjadi orang terakhir yang keluar dari Raudoh alias diusir oleh Askar. Tapi nggak apa-apa yang penting anda bisa berdo'a lebih lama. Karena Askar (penjaga) akan megusir kita dengan cepat bilamana anda hanya berdiri-diri saja tanpa melakukan aktivitas apapun juga. khan sayang..? Askar tidak akan berani mengusir kita pada saat melakukan sholat maupun saat berdoa.
Pintu Keluar Raudoh yang dijaga Askar
4. Yang jelas saat berada di dalam raudoh, segerakanlah cari tempat untuk berdiri dan melakukan sholat, karena kalau tidak anda tidak akan bisa mendapatkan posisi yang pas untuk sholat maupun berdoa. Saya pernah sholat dimana di depan saya ada orang dari arab tiba-tiba berdiri di depan saya dan pura-pura melakukan sholat, sehingga saya tidak bisa sholat pada waktu itu dan saya menunggu dia sholat selesai baru saya bisa sholat. Dan waktu itu ada Askar yang lihat dan dia tersenyum dan bilang sabar ke saya. Dan setelah orang itu selesai sholat, dia langsung di suruh pergi sama Askar itu. Jadi kadang mencari posisi sholat di dalam Raudoh kadang sulit tapi Askar memperhatikan para jemaah dan bilamana kita belum melaksanakan sholat dan berdoa, masih diberikan kesempatan asalkan kita sabar dan ikhlas.
5. Untuk lokasi sholat di dalam Raudoh, usahakan di Karpet Hijau, setelah dapat hijau, dan lakukan sholat, yang jelas pada waktu sholat tidak selapang yang seperti kita harapkan, yang penting ada space untuk rukuk dan sujud saja sudah cukup.
6. Kebanyakan jemaah haji, mengambil posisi sholat di depan mimbar dimana biasa nabi Muhammad SAW memberikan khotbah. Tapi disana hanya dibatasi sholat hanya 2 rekaat saja karena banyak jemaah yang ingin sholat dan berdoa di sana. Dan bilamana ada yang ingin 4 rekaat, Askar akan menyuruh jemaah haji, untuk sholat di lokasi lain di dalam Raudoh.
7. Satu lokasi lain yang dipiih jemaah untuk sholat dan berdoa adalah di dekat makam Nabi Muhammad SAW, jadi posisinya di samping Makam. Karena biasanya di daerah sana, tempat yang tidak tersentuh oleh Askar dan biasanya jemaah yang memilih sholat dekat Makam ,adalah jemaah yang terakhir diusir (disuruh) keluar Raudoh.
8. Sewaktu keluar dari Raudoh tidak berdesak-desakan karena dengan adanya sekat setiap orang berbataskan masuk ke Raudoh, tidak seperti di Hijir Ismail, dmana masuk dan keluar Hijir Ismail di pintu yang sama.
9. Ada cara lain dipakai untuk masuk ke Raudoh yaitu melewati pintu keluar Raudoh, karena kadang pintu keluar raudoh tidak ditutup dan tidak dijaga, maka disanalah momen yang pas untuk masuk ke dalam raudoh daripada ngantri sekitar 30 - 45 menit. Ya kalau ketahuan sama askar, bilang saja maaf saya nggak tahu dan biasanya ditunjukkan oleh Askar dimana kita mengantri. Kalau lagi beruntung yach tidak ketahuan dan lancar masuk ke dalam Raudoh tanpa antri.

Ana, Alhamdulillah hampir tiap malam selama 6 hari di Madinah, masuk ke Raudoh, Jadi ketika sampai pagi harinya, malam harinya ana langsung berkunjung ke Raudoh, Karena ketidak tahuan Ana makanya ana salah memilih karpet untuk melakukan sholat dan berdoa karena di hari pertama itu ana memilih karpet merah dimana ana malas berhimpit-himpitan untuk sholat. Tapi di malam kedua dan seterusnya Ana berada di karpet hijau. Ana bisa masuk dari pintu mana aja, karena mungkin kecerdasan Ana membaca situasi hehehe.

Intinya kalau ingin masuk ke Raudoh di Masjid Nabawi, kita itu aman asalkan mau antri. Sekat itu sengaja dibikin agar tidak ada orang yang terinjak-injak ketika masuk ke dalam Raudoh. Denga sikap tegasnya Askar dan mengatur jemaah yang masuk ke Raudoh, kondisi di Masjid Nabawi menjadi terkendali. Semua orang sabar masuk ke Raudoh. Beda dengan di Hijir Ismail.

Itu saja cerita dari Ana saat Ana masuk ke dalam Raudoh semasa haji 2014. Ana kurang tahu kondisi sekarang tapi pada intinya bilamana anda nanti ingin masuk Raudoh, usahakan jiwa Anda tenang, Ikhlas dan tulus serta banyak baca Ayat Kursi.

TIPS AND TRIKS MASUK KE DALAM HIJIR ISMAIL DI MASJIDIL HARAM

Assalammualaikum Wb. Wb. Jumpa lagi dengan Ana dalam cerita haji 2014 lalu.

dikosongkan karena mau sholat wajib
Sebenarnya tidaklah mudah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail ( pada waktu haji 2014 lalu) , dimana pintu masuk dan keluar adalah sama yaitu disisi sebelah kanannya. Sehingga kita harus berhimpit-himpitan untuk masuk dan keluar dari Hijir Ismail dan harus punya keberanian dan keihlasan. Walaupun sudah masuk, kita harus berhimpitan lagi agar bisa melakukan sholat sunnah di sana. 

Tapi kadang ada yang membuat lingkaran untuk menjaga orang untuk sholat sunnah dan bergantian untuk menjaga. Kendala lainnya adalah tidak adanya perbedaan baik bagi wanita dan pria sehingga kadang bisa saja terjadi pelecehan seksual secara tidak sengaja bilamana badan wanita dan pria berhimpitan.

Di Dalam Hijir Ismail, kita tidak boleh melakukan Sholat Wajib dan hanya diperkenankan Sholat Sunnah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Kabah. 

Ana disini akan mencoba berbagi tips and trips bagi anda agar supaya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.
saking panasnya sehingga berkeringat
1. Harus punya tenaga kuat, tinggi minimal 170 cm, karena diperlukan demikian karena besarnya tubuh orang arab sehingga kadang yang punya badan kecil pasti terhimpit-himpit. Tapi bilamana anda badannya kecil, usahakan ajak yang punya badan besar untuk menemani anda masuk ke dalamnya. Tapi jangan khawatir untuk anda yang berbadan kecil karena bilamana anda punya niat yang kuat dan ikhlas, dan tenaga yang cukup serta membaca ayat-ayat Al Qur'an, anda bisa masuk dan keluar dengan selamat 

2. Mengikuti aliran Thawaf , biasanya saya mengikuti Aliran orang melakukan Thawaf yaitu berputar mengelilingi Ka'bah dan bilamana ada peluang agak sepi di depan pintu masuk Hijir Ismail, anda langsung masuk dan walaupun berhimpit, anda biasanya bisa ke dalam.

Jemaah Indonesia (BRI) sedang sholat 
3. Waktu masuk ke dlaam Hijir Ismail usahakan setelah sholat subuh maupun setelah sholat Isha atau pun setelah sholat  Zuhur dan Sholat Asar. Karena bilamana selepas sholat Maghrib, peluang untuk berada di dalam hijir Ismail lebih sedikit
4. Bilamana masuk ke dalam hijir ismail usahakan anda mengambil tempat diujung sebelah kiri dari Hijir Ismail karena bilamana anda berada di tengah, anda pastinya tersenggol dan terdorong-dorong saat anda melakukan sholat ataupun berdoa. Kalau anda berada di pintu sebelah kiri, maka Insya Allah tempat tersebut rada sepi dan bebas dari gangguan. Jadi anda bisa melakukan apa saja di dalamnya. karena tidak terganggu orang, saya pun sempat merekam orang terjepit saat thawaf tapi akhirnya saya hapus karena takut kualat. 

5. Bilamana di dalam hijir ismail, diminta hati-hati karena kadang kita tidak tahu apa yang dilempar orang-orang yang melakukan thawaf ke dlaam hijir ismail. Biasanya dinding pembatas hijir ismail itu yang dari keramik itu adalah tempat kumpulnya barang-barang yang terjatuh di lantai thawaf. Jadi kadang kala, sandal, sejadah, dan lainnya dilempar oleh jemaah ke dalam hijir ismail tapi tidak ada batu yang dilempar ke dalam hijir ismail. Saya mungkin beruntung saat orang yang thawaf melempar ke dalam hijir ismail, saya terkena lemparan sejadah. Untuk kisah di dalam hijir ismail lainnya bisa dilihat pada cerita sebelumnya.

6. Bacalah Ayat Kursi, dan sabar serta ikhlas mencari ridho Allah Insha Allah anda bisa masuk dan keluar dari Hijir Ismail dengan selamat. Jaga Emosi Anda, jangan terpengaruh dengan lingkungan. Karena disana orang emosi dan marah-marah tanpa sebab, jadi agar dimaklumi saja.

saking sibuknya dengan situasi
7. Kalau orang mendorong anda, kasih dia senyuman sehingga dia tidak dorong anda lagi. Kalau ada yang dorong di depan, yach ikutin saja arah dorongan dan usahakan terlepas dari dorongan.

8. Setelah anda masuk ke dalam hijir ismail, usahakan anda berada di ujung dekat cincin dan bergerak masuk ke arah kiri Hijir Ismail untuk mencari tempat yang lapang. Saya aja habis subuh sampai jam 7 pagi berada di dalam hijir ismail dan tidak bisa keluar saking ramainya, tapi akhirnya bisa keluar juga dengan membaca Ayat Kursi dan juga mengikuti rombongan orang lain yang keluar.

melindungi orang yang sholat, sehingga harus berangkulan
9. Kalau anda nantinya tidak mampu mencapai ujung sebelah kiri hijir ismail dan hanya bisa sampai tengah doang, usahakan bergabung dengan jemaah haji lainnya yang melindungi orang sedang sholat, dan pastinya anda akan mendapat giliran untuk sholat dan berdoa. Saling bantu di dalam hijir Ismail adalah hal yang biasa. Kalau anda mencoba sholat sendirian di dalam hijir ismail agar berhati-hati karena saking banyaknya orang, anda bisa saja terinjak-injak pada waktu anda sujud. 

kalau sudah ada di dalam, sudah aman.
10. Bilamana anda berada di dalam Hijir Ismail, hendaklah membawa air minum karena di dalam Hijir Ismail tidak tersedia Air Minum. Dan bilamana anda membawa air minum, share lah kepada orang lain yang membutuhkannya. dan jangan khawatir anda dehidrasi memberi minum kepada orang lain. karena Allah yang mengatur semuanya. 

Kalau Ana, kebanyakan masuk ke dalam hijir ismail di kala sesudah subuh, sesudah maghrib dan larut malam, karena kalau siang hari udara cukup panas. 

Itulah sepintar mengenai Tips and Trick , bilamana ingin masuk ke dalam hijir Ismail.Dan itu saya alami sendiri selama menunaikan ibadah haji tahun 2014 lalu. Kalau pun nanti berbeda dengan yang anda alami, anggaplah ini sebagai referensi aja

WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA

Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wukuf di Arafah. Sebuah pengalaman yang berarti buat saya, yach anggap saja in hanyalah cerita kosong bilamana anda tidak terlalu tertarik dengan cerita ini.

Setelah kami sampai di Arafah dengan menggunakan Bus dari Tenda kami di Mina, tibalah kami di Padang Arafah. Kami waktu itu masuk rombongan haji Australia dan tiba di tenda yang tidak ada AC dan terasa panas banget. Walaupun pagi sudah terasa panas, tapi berkat semprotan air yang ada kipasnya rasa panas itu bisa teratasi.

Dan setelah meletakkan barang2 bawaan saya di dalam tenda, saya permisi ke istri untuk ke toilet, padahal saya mau survey kondisi toilet yang ada di lokasi dekat tenda kami di Arafah. Kondisinya ada yang bagus dan ada juga yang jelek. Tapi saya ikhlaskan saja. yang penting masih ada yang kondisi baik.

Setelah survey kondisi lapangan , akhirnya saya kembali ke tenda untuk berdiam diri di sana sampai menjelang maghrib, sambil membaca Al Qur'an dan berdiam diri di dalam tenda, saya menjalankn ritual agama Islam yaitu wajib haji. Ada teman yang tidur , dan kebanyakan tidur walaupun panas, tapi saya tidak bisa tidur karena merasa risih saja dimana tidak ada sekat antara jemaah wanita dan lelaki. Jadi saya pun hanya duduk-duduk saja.

Sekitar jam 10 pagi, saya lihat ada kawan membawa teh panas dan entah dari mana karena di tenda kami tidak ada air panas karena memang tidak ada listrik di tenda kami di Arafah. Saya tanya ke teman saya itu dimana ambil air panas tersebut dan dia menjelaskan dimana ambilnya.

Akhirnya saya pun beranjak dari tenda saya dan ijin ke Istri untuk pergi keluar tenda dan akhirnya saya pun pergi ke tempat yang dibilang teman saya tadi. Saya pun pergi ke sana dan terlihat ada semacam taman yang berisi tenda-tenda, kursi, minuman panas/dingin, dan kipas angin. Akhirnya saya masuk ke taman itu dan saya anggap sebagai taman firdaus..(anggap saja saya terlalu berlebihan..red).

Saya minta air teh hangat dan juga makanan kecil kepada penjaga air minum dan kebetulan kenal wajah karena penjaga air minum itu penjaga air minum di sebelah tenda kami di Mina. Akhirnya saya dikasih air minum dan saya melihat sekeliling , ternyata kebanyakan diisi oleh orang asing dan saya tidak melihat orang Indonesia di sana. Saya ingin duduk nyantai menikmati kipas angin, akhirnya pandangan saya tertuju di satu kursi di yang ada dan saya pun duduk di sana sambil menikmati teh hangat saya dan makanan kecil yang ada. Saya duduk di sana sampai menjelang waktu Zhuhur masuk dan kala itu di hari jum'at waktu setempat.

Seduduknya saya di sana, saya bertemu banyak orang-orang yang duduk di sebelah saya karena kebetulan di tenda yang saya duduki ada 4 buah kursi. Saya mencoba mengobrol dengan orang-orang yang duduk di dekat saya dalam bahasa English tapi nampaknya mereka banyak tak paham bahasa English. Nampaknya mereka dari negara Eropa Timur. Tapi saat ngomong mereka memberi kode , tangan kanan di taruh di dada dan nunjuk ke langit mungkin artinya dihatiku hanya ada Allah.
Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa Orang yang menunaikan ibadah haji itu karena Hati nya Ikhlas ke Allah, atau istilahnya memenuhi panggilan Allah.  Dari hasil survey di luar Orang Indonesia.

Sebelum memasuki waktu Zhuhur, saya pun kembali ke tenda. Untuk menunaikan sholat Jum'at dan sambil menunggu , saya ngaji lagi dan berdo'a lagi karena saya banyak menerima titipan do'a dari kawan-kawan saya yang saat itu berada di Canberra. Dan waktu masuk ke Zuhur atau waktu sholat Jum'at, rupanya tidak ada sholat jum'at dan sholat Idul Adha diwaktu yang sama , istilahnya tidak ada 2 kotbah di hari Jum'at . Jadinya kami hanya mendengar kotbah jum'at dan setelah sholat selesai, kami pun makan siang dan setelah itu melanjutkan berdo'a sebanyak-banyaknya karena Insha Allah bilamana kita membaca Do'a di hari Arafah, akan terkabul permohonannya. .

Hari semakin panas dan suhu di dalam tenda semakin meninggi, akhirnya saya beranjak lagi dari tenda kami menuju ke taman firdaus (istilah saya ..red) dan tak lupa saya mengajak istri saya unutk ikut dan bilang disana ada kipas angin dan lain-lain tapi dia tidak mau ikutan sama saya. Akhinya saya pun pergi sendiri dan tak lupa membawa Al Qur'an dimana di dalamnya ada kumpulan-kumpulan do'a. Karena saya beranggapan berdiam diri di Arafah itu tidak harus menyiksa diri, kalau ada yang bisa lebih baik kenapa harus bertahan, karena di sana ada tenda lain yang pakai AC dan makanan yang melimpah..Tapi tiap orang berbeda pandangan mengenai kenyamanan.

Setelah tiba di taman firdaus tersebut, ternyata semua tenda sudah penuh dan tidak ada tempat duduk yang tersisa. Dan akhinya saya pun mint air teh dengan penjaga air dan nampaknya dia ngerti kalau saya pengen duduk di kursi dan baca Al Qur'an/. Dan mungkin saja saya dilihatnya orang baik dan wajah saya yang memelas, diberikan kursinya ke saya. (semua percakapan pakai bahasa isyarat..red) dan akhirnya saya pun dikasih tempat duduk dan dibawa tenda serta ada kipas anginnya, dengan teh hangat menemani dudukku. Saya jumpa orang Indonesia atau Malaysia di tenda yang dekat saya tapi saya malas ngobrol dengan mereka. Karena nampaknya. mereka tidak mau diajak ngobrol karena mereka rombongan.

Jadi setelah itu saya baca Do'a-do'a yang ada di Ayat-Ayat Al Qur'an dan juga dari teman-teman saya dan tidak putus-putus , putusnya saat minum teh hangat yang tersedia di meja. Dari jam 1 siang sampai jam 4 sore saya duduk di lokasi tersebut dan disaat merasakan bahwa cahaya matahari sudah tidak terik lagi saya pun beranjak ke tenda kami di Arafah untuk menjumpai istri saya dan rombongan.

Setelah itu melakukan kembali do'a-do'a karena jangan pernah putus berdo'a bilamana berada di Arafah dan Insha Allah terkabul..


Wednesday, 13 June 2018

KETIKA SEMPROTAN AIR MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA DI TEROWONGAN MINA


Saya mencoba menshare pengalaman Ibadah Haji tahun 2014 lalu dan kali ini mengenai semprotan air. Semprotan air ini dengan kipas di atasnya akan membuat kita menjadi segar saat menghadapi udara panas saat menunaikan ibadah Haji di Makkah. Kalau di Madinah, kita tidak terlalu memerlukan Semprotan Air ini karena ibadah kita hanyalah ke Masjid Nabawi dan routenya Hotel ke Masjid Nabawi. Dan cuaca di Madinah dan di Makkah, bagi saya itu berbeda karena udara di Makkah lebih panas dari udara di Madinah. 

Kenapa kita memerlukan semprotan air ini, semprotan air ini diperlukan saat kita melaknakan beberapa rukun dan wajib haji dimana semprotan air ini sangat di perlukan pada saat kita berada di Mina, berjalan kaki dari Tenda Mina menuju ke tempat melempar jumroh, dalam terowongan Mina, saat di Muzdalifah, saat wukuf di Arafah, saat tawaf dan sa'i ataupun dimana saja bahkan teman saya ada yang pakai di hotel atau saat di Bus. Jadi Semprotan air ini diperlukan bagi anda yang tidak tahan panas. 

Jangan dianggap enteng efek panas yang ada di Makkah karena ada beberapa jemaah yang akhirnya pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi bahkan bisa menyebabkan Heat Stroke. 

Harganya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar 60 ribu rupiah, dan dulu saya beli ini di Toko Bin Dawood, semua toko Bin Dawood ada menjual semprotan air ini. Ada kipasnya, dan air dimasukkan ke bagian bawah semprotan air tersebut. Airnya di isi saja air Zam-Zam dan sediakan botol khusus untuk menampung air zam-zam sehingga jika air pada semprotan bisa ditambah lagi. Ada bateree yang dipasang untuk menjalankan kipasnya. nanti air keluar pada saat kita menekan tombol yang berwarna abu-abu seperti pada gambar.  Semprotan air ini sangat-sangat bermanfaat buat anda yang melakukan Ibadah haji pada umumnya.

Photo disamping ini adalah tangan saya yang diphoto oleh salah satu jemaah kami. Dimana waktu itu saya sedang menyemprotkan air ke semua rekan-rekan jemaah haji kami agar mereka dapat diberikan kesegaran saat melakukan tawaf kala itu. Karena tawaf itu berdesak-desakan dan menguras tenaga.
photo diambil dari koleksi Ibu Astri Nugraha

Saya selalu membawa Air Minum dalam botol dan juga Semprotan air ini kemanapun saya pergi selama di Makkah, dan biasanya saya gunakan pada saat kondisi ramai dan berjalan kaki. Kebanyakan digunakan di Terowongan Mina dan sewaktu Tawaf, karena untuk waktu-waktu lainnya jemaah haji kami sudah punya masing-masing dan cuma heran saja kenapa mereka tidak membawa semprotan air tersebut ketika melewati terowongan Mina.

Ketika saya semprot ke muka saya dan ke tangan saya, saya merasa segar dan kadang jemaah kami minta saya menyemprotkan air ke muka mereka dan juga tak kala jemaah haji dari negara lain pun meminta saya menyemprotkan air ke mukanya. Dan sungguh-sungguh sangat bermanfaat sekali memiliki semprotan air ini. Dan saya Insha Allah dapat pahala dengan menyemprotkan air ke mereka.

Kejadian di terowongan Mina itu sungguh-sungguh panas sekali manalagi jaraknya cukup jauh menuju ke tempat melempar jumroh, sehingga banyak yang kepanasan dan dehidrasi seperti yang dialami oleh seorang bapak orang Indonesia yang waktu di terowongan Mina, saya lihat tengah dikerubungi orang dimana bapak itu terduduk lemas dan walau sudah dikasih air minum masih saja lemas dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya semprotkan saja air zamzam dari semprotan air ke muka Bapak itu berkali-kali dan berdo'a agar Bapak tersebut bisa segar kembali. Tapi tindakan saya waktu itu seolah-oleh mendapat hambatan dari seorang ibu yang ada di sana. karena dia melarang saya menyemprotkan air ke muka bapak itu. Tapi saya cuek dan tetap menyemprotkan air tersebut ke muka bapak itu. Dan dirasa sudah banyak air yang saya semprotkan , akhirnya saya melanjukan perjalanan untuk melempar jumroh. 

Setelah itu, Saya dengar dari pembimbing haji kami bahwa bapak itu hampir mati karena sudah lemas. jadi pembimbing haji kami memijat-mijat bapak itu agar bapak itu segera pulih kembali dan Alhamdulillah katanya sudah pulih. 

Tidak hanya itu saja, ada juga seorang ibu-ibu warga berwajah India tapi saya tidak tahu persis dari negara mana, ditandu oleh beberapa orang dan dalam keadaan lemas, langsung saja saya semprotkan air zam-zam ke mukanya berulang-ulang dengan harapan semoga ibu itu lekas sadar. 

Semprotan air dijual di Canberra Australia dengan harga  AUD $5
Sedikit Catatan di Terowongan Mina :
Di Terowongan Mina, walaupun sudah dipasang kipas tapi tidak ada airnya, sedangkan para jemaah haji memerlukan air untuk mengadapi dehidrasi atau panas akibat berada di terowongan dengan jumlah jemaah yang ramai seperti itu. Mudah-mudahan saat ini kipas dengan disambungkan ke air sudah dipasang di terowongan Mina. Kalau hanya kipas saja tidaklah cukup. 

Banyak kejadian orang kena dehidrasi di dalam terowongan Mina sehingga mereka lemas dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Walaupun sudah dipasang eskalor berjalan tapi kapasitasnya tidak mampu menampung orang segitu banyaknya. Air tetap saja di perlukan di dalam terowongan itu. Dan selama melewati terowongan tidak ada dijumpai tempat air minum. Walaupun ada tempat-tempat istirahatnya.

Banyak jemaah haji termasuk dari Indonesia, itu tidak pernah membawa air minum saat berjalan melewati terowongan Mina karena mungkin saja mereka bingung mau diletakkan dimana air minumnya. karena mereka tidak mempunyai tas yang agak besar untuk air minum. Makanya saya selalu membawa tas yang sedikit besar untuk menampung botol minuman yang banyak agar bisa dibagi-bagi ke jemaah Indonesia. Kebetulan persediaan air minum di Group Haji kami tidak terbatas.

Dan yang ngeri nya lagi banyak jemaah haji yang sudah tua pun tidak membawa air minum. Dan itu cukup membahayakan nyawa mereka. Tapi mungkin kadang ada beberapa jemaah yang ingin meninggal di Makkah dan Madinah agar mendapatkan Surga di Akhirat tapi tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. 

Mudah-mudahan kipas yang besar dan mengalirkan air bisa dipasang di dalam terowongan Mina dan bahkan diperbanyak demi menyelamakan nyawa manusia, karena tidak semua jemaah haji yang berada di terowongan Mina ingin meninggal di sana.

Semoga kisah diatas bisa menjadi salah satu referensi buat anda yang tengah menunaikan Ibadah Haji. Jangan lupa bawa semprotan seperti yang saya share diatas karena saya ingin anda semua selamat selama menunaikan ibadah haji dan mendapat Haji Mabrur serta bisa kembali ke Indonesia dengan selamat untuk berjumpa kembali dengan keluarga, anak, suami, istri ataupun saudara-saudara lainnya.




KARPET RAUDOH ITU BERWARNA HIJAU BUKAN MERAH.

Raudhah, ialah satu tempat yang sangat mulia di dalam Masjid Nabawi. Selain menjadi lokasi Rasulullah SAW dan para sahabatnya beribadah dan tempat turunnya wahyu kepada baginda, ia juga merupakan taman syurga berdasarkan hadis Nabi.
“Ruang antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga. Dan mimbarku terletak di atas kolamku”


Kedudukan Raudhah adalah di antara rumah Rasulullah SAW dan Sayyidatina Aisyah RA dengan mimbarnya. Panjangnya ialah 26 meter jika diukur dari timur bermula dari rumah tersebut hingga ke mimbar di sebelah baratnya. Tetapi sekarang hanya tinggal 22 meter kerana telah disekat dengan pagar makam. Lebarnya pula 15 meter bermula dari Mihrab Rasulullah SAW di sebelah selatan hingga ke akhir rumah tersebut di sebelah utara mengikut pendapat yang masyhur di kalangan ulama’. Sebagai tanda, tempat ini dihampari dengan karpet berwarna putih hijau.



Hari pertama di Madinah, tidak ada kegiatan berarti. Jadi kami hanya ke Masjid Nabawi, sholat , makan dan hotel. Tapi sebagian dari jemaah haji kloter kami tidak tinggal diam dan kebanyakan mereka jalan-jalan ke dalam masjid Nabawi, berbelanja di kedai-kedai yang berada di dekat hotel dimana kami menginap.



Tibalah malam hari, dimana biasanya berjalan ke Masjid beserta rombongan dengan Pak Anto dan Pak Ahmad, tapi kali ini tidak karena saya malam itu terbangun sekitar pukul 2 malam. Kulihat rekan satu kamar masih pada tidur dan tidak enak pula rasanya untuk membangunkan mereka. Akhirnya saya keluar hotel dan menuju ke Masjid Nabawi.



Saya mempunyai kebiasaan bangun jam 3 pagi atau tidur tidak cukup dimana keseharian saya di Canberra bekerja mulai jam 4 pagi. Jadi mau tak mau saya tidur sekitar 4-5 jam sehari di hari kerja tapi kalau weeked bangunnya rada siang. Kebiasaan tersebut terbawa juga di Makkah dan Madinah.  Tapi saya bersyukur kepada Allah karena saya bisa tidur sedikit dan diberi keluasaan dalam menjalankan ibadah Haji.



Tapi disamping karena kebiasaan bangun lebih awal, saya juga mendapat masukan dari Ustaz Nur Ihsan Jundullah sewaktu masih belum berangkat Haji.



“Kalau di Makkah dan Di Madinah itu malam jadi siang dan siang jadi malam. Karena kebanyakan orang beribadah di malam hari dan tidur di siang hari. Jadi kebanyakan Jemaah Haji pada malam hari ke Masjid Nabawi untuk Ibadah kepada Allah dan Siang hari tidur di hotel. “



“Lagipun saying bilamana sudah berada di Makkah dan di Madinah kerjanya hanya tidur dan di hotel. Lebih baik habiskan waktu di masjid pada malam hari.”



Kata-kata ustaz Nur Ihsan tersebut seakan-akan membuat saya berkeingin melakukan hal seperti yang disampaikan ustaz ihsan, yaitu malam di masjid dan siang di Hotel.



Sepanjang perjalanan dari Hotel menuju ke Masjid Nabawi, memang terlihat banyak toko-toko sudah pada tutup tapi tetap saja ramai orang berlalu lalang. Jarak Hotel yang kami tempati tidaklah begitu jauh dari Masjid. Mungkin sekitar 100-200 meter saja. Setelah tiba di dalam masjid Nabawi, saya langsung melaksanakan sholat Isha dan dilanjutkan dengan sholat tahajjud. Memang kadang kebasaan jelek saya adalah saya selalu menunda-nunda sholat isha agar saya bisa bangun di malam hari dan sekaligus bisa mengerjakan sholat tahajjud.



Setelah melaksanakan sholat tahajjud, selanjutnya saya lupa apakah saya membaca Al Qur’an atau langsung mengitari masjid Nabawi. Banayk terlihat orang yang tidur di Masjid Nabawi dan Nampak masjid nabawi ditutup sebagian dimana agar memudahkan para cleaning service untuk membersihkan karpet yang ada di dalam masjid. Sejauh berjalan akhirnya saya menuju ke Raudhoh, terlihat banyak orang-orang berkerumun di sisi sebelah kiri mimbar dan terlihat antrian begitu banyak. Saya mencoba masuk ke dalam raudhoh lewat depan tapi disuruh oleh askar agar ke samping. Akhirnya saya ikutan antri dan dengan semboyan “nothing to loose” kalau bisa masuk yach syukur dan kalau tak bisa masuk yach tak apa-apa, karena besok pun bakal bareng rombongan masuk ke Raudhah lagipun saya tidak begitu paham apa yang harus saya baca selama berada di dalam raudhoh, yang saya tahu hanyalah sholat sunnah dan berdo’a. saya bermaksud untuk mendoakan teman-teman yang masih belum bisa berangkat ke Madinah agar bisa dipermudah urusannya.



Ada sekitar 6 orang yang masalah dengan pasportnya dimana system di kedutaan Arab Saudi di Canberra tidak bisa membaca barcode yang ada di passport mereka. Sehingga akhirnya mereka tertahan. Saya lupa nama-nama mereka dan sempat saya sms Istri saya atau siapa untuk menanyakan nama ke enam orang tersebut. Akhirnya setelah antri menunggu sekitar setengah jam, akhirnya tirai dibuka dan orang-orang pada berlarian sehingga bikin saya heran dan berpikir”apa yang mereka kejar?”


Mungkin posisi , mereka mengejar posisi yang pas untuk bisa sholat di dalam raudhoh. Dan saya hanya berjalan santai dan saya lihat ada posisi kosong di karpet warna merah dekat tirai, akhirnya saya sholat di sana, saya sholat sunnat beberapa rakaat dan berdoa untuk keluarga dan orang tua yang meninggal. Tak terasa air mata menetes tiada henti. Akhirnya saya menangis. Bisa dikatakan berada di Raudhoh atau berada di Masjid Nabawi bikin menangis dengan mudah.



Saya pun membaca doa untuk enam orang yang belum bisa berangkat agar dimudahkan urusannya dan agar bisa berada di tanah suci madinah seperti saya. Tak terasa air mata menetes untuk kesekian kalinya. 


Setelah selesai berdo’a saya keluar dari raudhoh padahal saya lihat masih banyak orang yang sholat sunah disana dan tidak mau meninggalkan Raudhoh sebelum masa waktu berakhir dan nampaknya setiap berada di raudhoh itu sekita 20 menit. Setelah lewat 20 menit barulah kita diusir untuk keluar karena masih banyak orang yang ingin berada di raudhoh. Setelah keluar Raudhoh saya masuk ke dalam masjid nabawi sambil melaksanakan sholat sunnah dan sholat penutup yaitu sholat witir dan setelah subuh saya kembali ke hotel untuk tidur kembali.



Sekitar pukul 8 pagi saya bertemu dengan ustaz Ferry di sela-sela sarapan pagi dan bertanya mengenai keberadaan enam orang yang tertahan tersebut dan Beliau jawab “Belum ada khabar. Tapi saya dan Pak Berry ke Raudhoh untuk mendoakan agar dimudahkan urusan ke enam orang ini”



“Saya pun semalam ke raudhoh juga, Pak” cakap saya.



“Di raudhoh, duduk di karpet mana? Hijau atau Merah? Tanya beliau



Saya jawab,”Karpet merah, emang kenapa?”



“Kalau Raudho itu karpet warna Hijau da itulah Taman Surga,”kata ustaz Ferry.



Akhirnya saya terbengong-bengong mendengar perkataan ustaz tersebut karena saya beranggapan bahwa yang di dalam pagar itu adalah raudhoh tanpa melihat warna karpetnya, Hijau atau Merah. Ada rasa menyesal kala itu kenapa saya duduk di karpet merah dan bukan warna hijau. Jadi apa yang saya kerjakan kala itu adalah sia-sia belaka dan mungkin do’a saya tidak sampai ke Allah dan berniat untuk berdo’a kembali di atas karpet hijau bilamana berada di Raudhoh.



“Berarti saya belum masuk Raudhoh yach Pak?” Tanya saya



“Iya , Pak..Tapi nanti malam kita bersama rombongan mau masuk raudhoh. Nanti saya kasih tahu.” Kata ustaz menghibur saya.



Tapi setelah sore hari, kami mendapat khabar bahwa keenam orang tersebut bisa berangkat karena pasportnya sudah bisa terbaca oleh system. Mereka bisa berangkat Hari Rabu dari Sydney menuju ke Madinah setelah transit di Jakarta. 





Intinya hanyalah Allah yang tahu niatan hati kita untuk memohon kepada agar diberikan segala kemudahan demi niatan untuk mendatangi rumah Allah saat menunaikan ibadah  Haji.

SETEGUK AIR ZAM-ZAM MENGIRINGIKU PUASA SUNNAH SENIN KAMIS

Assalammualaikum,

Ini kisah adalah cerita sebenarnya saat penulis tengah menjalani Ibadah Haji tahun 2014. Ketika itu saat di Madinah. Tiba-tiba terbersit keinginan untuk Puasa di Hari Kamis dimana pada waktu itu saya tidak punya niatan atau bisikan hati untuk melakukan puasa di Hari Senin, dimana kita ketahui kami tiba di Madinah pada hari Senin Pagi.

Malam itu , malam rabu dan penulis sehabis makan malam, dan sholat Isya, tiba-tiba ada terbersit di Hati untuk melakukan Puasa di Hari Senin Kamis. Tapi waktu itu puasa nya jadinya Puasa Sunah Kamis. Penulis sudah mempunyai rencana matang untuk mencari makan sahur di malam hari sebelum tidur. Semua rencana sudah matang banget dan Penulis juga beranggapan pastinya banyak orang yang akan berpuasa di hari Kamis dan mungkin saja kedai makanan dan minuman masih buka sampai subuh.

Namun, saat penulis terbangun pukul satu malam, penulis pun keluar dari hotel untuk mencari makan di sekitaran hotel dan Masjid Nabawi..Saat penulis melangkahkan kaki keluar hotel, di luar ternyata sepi dan sunyi serta gelap. Penulis pun berjalan ke arah Masjid Nabawi dan berharap ada toko yang buka di kawasan itu. Dan ternyata memang belum buka.

Akhirnya penulis pun memutuskan untuk kembali ke Hotel karena penulis berpikir masih ada roti yang tersisa sebelumnya. Saat penulis di kamar, penulis makan sisa-sisa roti dan Air Zam-Zam. Penulis niatin puasa sunnah kami dan meminta Allah bisa membantu penulis untuk bisa menyelesaikan puasa di Hari Kamis sampai masuk waktu Maghrib.

Setelah memakan sisa roti, sekitar pukul 1.30 pagi, penulis pun berangkat ke masjid Nabawi untuk Sholat Tahajjud dan juga bermain-main di Taman Surga Raudoh. Penulis punya kebiasaan jelek dimana kalau belum makan nasi rasanya masih terasa lapar saja. Tapi dengan keyakinan yang kuat untuk melakukan puasa Kamis, maka sebelum masuk waktu subuh, penulis pun meminum air zam-zam sebanyak-banyaknya agar perut terasa kenyang. Mungkin lebih dari 2 liter penulis minum air zam-zam. Dan Alhamdulillah akhirnya Alhamdulillah, penulis mampu mencapai sore hari.

Sore itu sebelum masuk subuh, penulis masuk ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dan penulis pun sudah mempersiapkan minuman berbuka yaitu air zam-zam.

Tiba-tiba sebelum masuk Maghrib, ada selendang putih di pasang di depan saya, dimana saya duduk oleh pengurus masjid nabawi, terlihat banyak anak-anak muda sedang merapikan selendang tersebut dan meletakkan beberapa makanan dan minuman di atas nya.

Kulihat banyak jemaah masjid pada waktu itu duduk di depan selendang putih (membentuk meja) dan saling berpandangan sesama lainnya termasuk penulis juga. Jemaah haji dimanapun berkumpul di depan selendang, Penulis lihat banyak juga di sediakan makanan kecil untuk berbuka puasa..

Menu hidangan berbuka puasa di Masjdi Nabawi
Penulis lihat banyak orang yang masih duduk berhadap-hadapan untuk menunggu waktu buka puasa tiba Dan terus teras saya tidak tahu jam berapa pas nya masuk maghrib tiba. Penulis lihat, pengurus masjid Nabawi menuangkan teh ke gelas-gelas (saya tahu rasanya tidak enak) dan membagikannya ke Jemaah yang tengah duduk tadi untuk diletakkan di depan Mereka..

Kami semua jamaah masih menunggu dan menunggu waktu berbuka puasa tiba. Tiba-tiba ada yang memulai untuk berbuka puasa dan yang lain pun mengikutinya. Akhirnya banyak yang mengucap "Alhamdulillah" Dan saya pun ingin ikutan mereka juga untuk berbuka puasa tapi saya tidak mendengar suara Azan dikumandangkan.

Akhirnya penulis bertanya kepada oranng Indonesia yang duduk di hadapan penulis dan bertanya kepadaya

"Pak, sudah buka yach? tanya saya penasaran tapi saya belum berani mengambil makanan.

"Ya, Kali Pak", jawab dia sambil menikmati hidangan dihadapannya.

"Kok, saya tidak mendengar suara Azan Maghrib", tanya saya lagi.

"Maaf Pak, saya tidak puasa jadi saya makan. Saya makan pun karena banyak yang duduk disini dan saya ikut. Mereka makan yach saya makan", jawab dia lagi sambil melanjutkkan makannya.

"Yang makan pun banyak tak puasa Pak", jawab dia lagi.

Berbuka puasa bareng di Masjid Nabawi
Memang kulihat banyak sekali orang yang makan hidangan di hadapan mereka sebelum Azan di kumandangkan. Tapi saya ragu dan saya tidak mau berbuka sebelum terdengar suara azan. Kebetulan penulis duduk disebelah petugas yang membagi makanan tadi dan bertanya dengan memakai bahasa Isyarat (Bahasa Tarzan) dengan memperagakan dan intinya dari percakapan dengan bahasa Isyarat adalah :

"Sudah Azan Maghrib, Mas?" tanya saya ke petugas di dekat saya dengan memperagakan tangan

"Belum ", jawab dia sambil menggelengkan kepala

"Kenapa mereka sudah berbuka puasa, Mas", tanya saya sambil memperagakan makan.

Terus dia jawab dalam bahasa English yang bikin penulis malu. dan penulis memahaminya dimana kebanyakan yang duduk di depan meja hidangan itu kebanyakan mereka yang tidak berpuasa.

Tak lama kemudian, berkumandanglah Azan Maghrib dan kami pun segera berbuka dengan meminum Air Zam Zam terlebih dahulu dan makan kurma, roti. Saat ketika meminum Air teh Arab. bisa dirasakan betapa pahitnya teh tersebut.

Dan ketika saya di Makkah, Kami menginap di Zam-Zam Tower, dan waktu itu, saya pun berencana untuk berpuasa sunnah di hari Senin nya dan ketika kami sudah pindah dari Madinah ke Makkah di hari sabtu pagi nya.
Ketika penulis merencanakan puasa di hari Senin dan tidak ingin kejadian saat Sahur tidak ada makanannya dan minumannya. Selepas Isya penulis berbelanja di Bin Dawood dan kemudian masuk ke kamar dan tidur.

Ketika terbangun waktu menunjukkan pukul 2.30 pagi dan penulis pun iseng-iseng mengecek tempat makan atau food court yang ada di lantai 2-3 Zam Zam Tower. Saat penulis turun dari lantai 6 menuju ke lantai 2-3 , terlihat masih ada orang yang berlalu lalang. Dan setibanya penulis ke lantai yang banyak tempat jualan makanannya. Terlihat masih ada yang buka dan akhirnya pandangan penulis tertuju kepada restoran cepat saji KFC. Dan penulis pun memesan Kombo 2 dimana ada dua ayam, nasi dan minuman. Pada awalnya penulis mau memesan Pepsi Cola tapi karena khawatir perut penulis bakal bermasalah kembali akhirnya penulis memesan teh es.

KFC di Zam Zam Tower (from google.com)
Dan saat penulis duduk dan ingin melaksanakan Sahur yang nikmat, seketika itu juga Restoran tersebut tutup. Dalam hati penulis pun berucap "Alhamdulillah, sungguh beruntung bisa sahur makan ayam KFC" Dan akhirnya penulis pun makan dengan nikmatnya. tentunya sahur yang nikmat. Dan setelah sahur penulis pun kembali ke kamar hotel untuk berwudhu dan melanjutkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat tahajjud dan subuh.

Dan sore harinya , penulis datang ke masjidil haram sekitar pukul lima sore dan bermaksud untuk berbuka puasa di dalam masjidil haram dengan harapan akan ada tersedia hidangan seperti yang penulis dapat saat berbuka puasa di dalam masjid Nabawi. Tapi sampai berkumandangnya azan Maghrib tidak ada satupun makanan yang tersedia di lokasi penulis duduk, walaupun sudah mencari. Dan akhirnya penulis pun minum air zam-zam untuk berbuka puasa dan setelah sholat Isya baru makan malam di Food Court di areal Zam-Zam Tower.

Tapi untuk puasa setelahnya yang di hari senin dan kamis, penulis tidak melaksanakan puasa senin kamis lagi karena penulis pun hanya ingin mencoba mencari pahala Allah di tanah suci umat Muslim dan siapa tahu pahalanya lebih besar dan tentunya ingin merasakan nikmatnya puasa saat melaksanakan ibadah Haji. Teman-teman pembaca pun bilamana nanti berkesempatan untuk datang ke tanah suci baik Makkah dan Madinah, usahakanlah puasa sunnah senin kamis dan perbanyak sunnah di tanah suci Makkah dan Madinah agar mendapatkan imbalan pahala yang lebih banyak dari Allah.

Hikmah lain yang mungkin yang dapat penulis cernah dari cerita di atas adalah Allah itu Adil , dan Allah itu mencoba mengajarkan keadilan kepada penulis. Buktinya saat penulis sahur di Madinah hanya meminum air zam zam dan sahur dapat takzil (hidangan makanan kecil) dan ketika di Makkah, penulis saat sahu bisa makan enak yaitu Ayam Goreng KFC yang besar-besar. namun pada saat berbuka puasa penulis hanya meminum Air Zam-Zam. Tapi selain cerita ini mengenai Allah itu mengajarkan kita supaya berlaku adil, masih ada lagi cerita lainnya yaitu mengenai Pakaian Umroh.

Tapi mungkin ada yang berbeda pandangan dengan kisah diatas , itu syah-syah saja.

Salam Pekanbaru


22 April 2017




KETIKA PAKAIAN IHRAM MU MINTA KEADILAN

Assalammualaikum Wr Wb.

Penulis mencoba menuliskan kembali kisah yang dialami penulis saat menunaikan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Mohon Maaf, Penulis tidak ada bermaksud Riya tapi hanya ingin berbagi kebaikan mengenai apa yang dialami 

IHRAM adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang melakukan ihram disebut dengan istilah tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". Calon jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul.

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian ihram disunatkan putih.

Ketika ihram diharamkan baginya melakukan perbuatan tertentu seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala (bagi lelaki) dan muka (bagi perempuan), bersetubuh, menikah, melontarkan ucapan kotor, membunuh binatang dan tumbuhan, memotong rambut/ kuku, dan lain-lain.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ihram


Seperti tertulis diatas bahwa Pakaian Ihram itu terdiri dari dua helai yang berwarna putih, dimana yang satu diselendangkan dan satu lagi di pakai untuk menutup aurat. Cerita mengenai pakaian Ihram yang minta keadilan adalah sebagai berikut. 

Ketika penulis berada di Mina, Muzdalifah dan Arafah, penulis selalu memakai Pakaian ihram dan waktu cukup lama untuk memakai pakaian ihram. Jadi selama itu selembar pakaian ihram yang ada diatas, penulis pakai di atas dan yang sehelai lagi penulis pakai untuk menutup Aurat. Jadi mungki selama tiga hari tidak pernah berganti posisi. 

Anggaplah penulis terlalu banyak sugestinya , istri penulis pun bicara begitu. Selalu saja menghubungkan hal-hal yang gaib dan yang tak masuk akan dalam pikiran dan menggabungkannya dengan kegiatan fisik sehari-hari. 

Suatu ketika, mungkin itu hari ketiga atau keempat kami berada di Mina (maaf penulis lupa), penulis mandi pagi hari dan ketika selesai mandi, penulis merasa bahwa selembar pakaian ihram yang digunakan untuk selendang terasa berat dan tak tahu kenapa , pada waktu itu saat mau memakai selendang ihram. pakaian tersebut terasa berat. 
Tiba-tiba ada sebersit bisikan di hati , "Dia itu mau minta di bawah". Dan penulis karena selalu mendengarkan bisikan hati selama menunaikan Ibadah Haji. Maka penulis pun segera menukar pakaian ihram dimana helai pakaian ihram yang dipakai di bawah di pindah ke atas dan sedangkan yang dipakai di atas pindah ke bawah (menutup Aurat). 

Dalam hati penulis berujar" Pakaian Ihram pun minta keadilan kepada kita dan begini cara Allah mengajarkan kita mengenai keadilan. Dan anehnya adalah saat proses penukaran lokasi pakaian ihram di tubuh penulis selesai. Selebar Ihram yang dipakai diatas terasa ringan dan yang dipakai dibawah pun ringan.

Tapi kalau secara logika, bisa saja sewaktu penulis mandi, Air Shower yang dipakai memercikkan air ke pakaian Ihram penulis sehingga menjadi berat . Tapi itu terserah masing-masing anda untuk mensikapi tulisan ini. 

INFO :
Untuk teman-teman yang ingin menunaikan Ibadah Haji, karena waktu kita memakai Ihramnya lama, maka penulis sarankan agar bisa membeli sehelai lagi pakaian ihram sebagai spare /cadangan bilamana pakaian ihram yang anda gunakan terkena najis. Jadi bilamana terkena Nazis tentunya yang satu bisa dipakai dan satu bisa di cuci. Penulis banyak melihat orang memakai pakaian ihram tapi ada noda bekas nazis kotoran manusia melekat pada pakaian ihramnya. Baik di sewaktu ke toilet atau saat melaksanakan umroh. Tapi yang penting banyak istiqfar saja, membaca Ayat Kursi dan Surah lainya. 
dan bermohon kepada Allah agar kita semua terhindar dari segala macam masalah saat melaksanakan Haji dan Umroh.
Saya menggunakan cadangan satu helai. Walau tidak pernah dipakai tapi bisa bermanfaat bagi teman kita lainnya dimana kadang saat tidur Auratnya terbuka.

Dan juga sering ganti ganti posisi dalam menggunakan pakaian ihram dimana yang atas ke bawah dan yang bawah ke atas agar bisa adil. Ini hanya cerita saya alami tapi bilamana tidak mempercayai cerita ini pun tak apa-apa.



 Pekanbaru , 22 April 2017