Showing posts with label CERITA HAJI 2014. Show all posts
Showing posts with label CERITA HAJI 2014. Show all posts

Friday, 14 June 2019

YOU ARE GOOD MAN (CERITA BERMALAM DI MUZDALIFAH)

Assalammualaikum Wr. Wb,

Penulis akan menceritakan suatu pengalaman dari menjalankan ibadah Haji tahun 2014 dimana penulis berjumpa dengan orang dari Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penulis itu adalah orang baik "You are good man" sewaktu penulis bermalam di Muzdalifah. Maaf penulis tidak bermaksud Riya atau bagaimana, tapi disini penulis ingin berbagi cerita untuk mencari kebaikan dan pahala Allah, Karena apa pun yang kita perbuat baik di dunia di ketahui oleh orang lain dan juga Allah.

Waktu penulis menunaikan ibadah haji adalah penulis punya niatan disamping menyambut panggilan Allah, menjaga muhrim istri dan juga punya niatan berbuat baik kepada orang lain selama di kota suci Makkah dan Madinah. Tapi bukan berarti penulis tidak pernah berbuat baik selama menjalani kehidupan. Tapi penulis tidak mau cerita bagaimana penulis berbuat baik selama hidup tapi intinya perbanyak bersedekah dan menyantuni anak yatim.

Anggap saja seperti cerita sebelumnya dimana penulis membantu seorang kakek masuk ke Hijir Ismail , penulis anggap salah satu carai berbuat baik kepada sesama manusia. 

Singkat cerita, waktu itu setelah jemaah haji berdiam di Arafah dan setelah matahari terbenam kami pun beranjak menuju ke Muzdalifah, untuk bermalam di sana. Dan sesampainya di Muzdalifah, kami pun berdiam dan duduk di lokasi dekat Toilet Umum. Dan tentunya banyak orang yang berlalu lalang di sana.

Kami waktu itu dibekali hanya mie istant (Pop Mie) sehingga setibanya kami di Muzdalifah, kami membeli Air Panas dengan Harga 1 Real untuk memasak mie instant tersebut dan juga minum teh yang tidak pahit. Jadi makan malam sewaktu di Muzdalifah adalah makan mie istant yang dikemas dalam pop mie. Memang tidak mudah mencari makanan di areal Muzdalifah. Yang hanya adalah tanah lapang dan toilet umum serta manusia.

Kami berencana menghabiskan 2/3 malam di sana. Setelah sampai di sana, kami pun berwudhu dan melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dijamak dan berjamaah. Setelah itu kami pun tidur dan berusaha untuk tidur. Udara pada waktu itu panas karena mungkin banyak orang disekitar sana tapi mungkin terasa dingin dari hawa yang keluar dari Toilet Umum yang berada di dekat kami.

Seperti sebelumnya, penulis mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka terbangun di malam hari, jadi mungkin pada waktu itu penulis terbangun pukul 12 malam dan penulis pun duduk dan melihat di sekitar, dimana masih banyak saja orang berlalu lalang di sekitar kami dan memang karena kami tidur di dekat toilet umum dimana banyak orang yang mau mandi, buang air kecil maupun besar. Dan termasuk saya juga.

photo diambil dari atas Toilet Umum
Ketika terbangun , penulis mempunyai planning untuk ke toilet dan setelah itu mencari batu untuk melempar jumroh baik untuk diri sendiri maupun untuk istri saya. Sebelum ke toilet penulis membaca surah Yasin terlebih dahulu untuk memanfaatkan waktu berada disana, melaksanakan sholat tahajjud dan witir dan akhirnya membuat hajat besar maupun kecil di toilet umum di dekat kami tidur.

Saat penulis melangkah ke toilet umum, terlihat pimpinan rombongan haji tidur di tempat dimana orang berlalu lalang dan herannya beliau bisa tidur padahal tentunya banyak dilangkahi orang saat orang berjalan.

Setelah kembali dari Toilet Umum dan melangkah ke pinggiran Toilet umum tersebut, penulis melihat banyak sekali bebatuan yang ada disekitarnya. Tapi sebelumnya penulis sudah survey sebelum tidur dan mungkin membantu orang mencari batu-batu tersebut tapi kebiasaan jelek penulis adalah suka menunda-nunda pekerjaan.

Akhirnya penulis jongkok dan sibuk mencari-cari batu-batu untuk melempar jumroh. Ketika penulis memilih batu-batu yang ada di halaman sekitar toilet umum , Tiba-tiba. ada seorang gadis dari Afrika karena badannya rada hitam dan duduk jongkok di sebelah saya dan sibuk juga mencari batu-batuan.
Dan akhirnya dia mengajak ngobrol penulis dan bertanya dalam bahasa English (tapi dalam cerita ini penulis akan mentranslate ke dalam bahasa Indonesia...red)

"Assalammualaikum," sapanya

Jemaah Haji tidur berdiam 2/3 malam di Muzdalifah
"Waalaikum salam," Jawab saya, sebenarnya penulis berharap ada wanita cantik dan putih disebelah penulis yang mencari batu tapi walaupun hitam tapi nampaknya cantik. karena penulis lihat wajahnya masih muda. dan pada waktu itu nampaknya dia berdua dengan temannya atau mamaknya. karena yang satunya terlihat lebih tua dari dia.

"Tahukah kami sebesar apa batu yang perlu kita siapkan untuk melempar jumroh", tanya dia lagi

"Ada baiknya batu-batunya tidak perlu besar-besar dan cukup ukuran seperti ini "jawab saya menunjukkan batu-batu yang saya telah pilih.

"Lagian sebenarnya yang kita lempar itu adalah sifat jelek kita atau diri kita atau setan yang ada didiri kita atau hawa nafsu kita (pilih saja mana yang baik menurut pembaca...red) . Tiang itu cerminan dari setan yang ada diri kita." jawab menjelaskannya kembali. Saya dengar cerita dari Ustaz mengenai Melempar Jumroh sehingga saya bisa cerita ke cewek itu.

"Lagipun tempat lempar jumrohnya lebar dan luar, sehingga dengan batu kecil seperti ini akan sampai mengenai tiang simbol setan tersebut", jawab saya lagi.

"Oh oke saya mengerti dan jadi batu sebesar ini boleh", katanya lagi

"Ya boleh saja, jadi seperti itu dan disini banyak ", jawab saya.

Setelah itu dia mengucapkan terima kasih dan sama-sama mencari batu dan entah kenapa setelah itu tidak ada percakapan lagi dan nampaknya dia asyik mencari batu dengan temannya .

Setelah saya selesai mencari batu untuk melempar Jumroh dan saya rasa cukup untuk istri dan saya, akhirnya saya berdiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan tiba-tiba saya disapa orang lagi.

"You are good man", sapa dia sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Tidur dengan rapi dan ikhlas mengharap ridho Allah
"Thanks ", jawab saya salah tingkah karena tidak menyangka akan ada orang yang menyapa saya. Saya pun tidak tahu darimana dia tahu saya orang baik (hehehehe) , apakah dia selama ini memperhatikan saya dimana saya berada atau sesaat dimana kala itu membantu wanita Afrika mencari batu-batuan.

Perawakannya kurus proporsi dan tingginya lebih sedikit dari saya  (tinggi saya 176 cm) dan berjanggut , berambut gondrong dan memakai baju ihram.

Untuk menghilangkan kebisuan sesaat dan juga rasa GR yang berlebihan karena dibilang "Orang Baik" maka saya pun bertanya

"Kamu dari mana? "

Dan dia menjawab kalau dia dari kota kecil di Amerika Serikat, dan dia menyebutkan nama kotanya tapi saya lupa pastinya nama kotanya. Mungkin saja Memphis dan dia menyebut semua komunitas kecil di Memphis. Dan namanya pun lupa. Dan saya lupa berphoto bersama dia waktu itu.

Saya bilang saya dari Indonesia tapi mengambil haji dari Australia karena saya tinggal di Canberra.

Setelah itu kami berdua pamitan karena dia mau melanjutkan perjalanannya, mungkin saja mencari rombongannya karena waktu itu dia hanya melintas melewati rombongan jemaah haji kami yang tidur di sebelah toilet. Dan saya pun kembali ke rombongan dan duduk kembali ke tikar saya dan kembali untuk tidur.

Terus terang saya tidak tahu siapa laki-laki itu dan waktu itu saya anggap hal yang biasa karena saya biasa di tegur dan di sapa orang saat menjalankan ibadah Haji. Yang herannya kok dia tiba bilang saya ini orang baik dan dari mana dia tahu atau apakah dia lihat kebaikan saya , padahal jamaah haji yang berada di tanah suci itu lebih dari dua juta orang. Dan saya pun tidak pernah melihat orang itu dan juga untuk Amerika Serikat tidak satu tenda di Mina.

Saya sempat beranggapan bahwa itu adalah Nabi Khidir tapi setelah saya baca-baca dan bertanya ke orang yang ngerti agama dalah bahwa Nabi Khidir sudah wafat.

Hikmah dari cerita ini adalah kita tidak tahu apakah ada yang memperhatikan pada saat kita berbuat baik dengan sesama mahluk hidup, kita tidak tahu apakah ada yang mencatat kebaikan kita tapi kita hanya menjalankan dan melaksanakan sikap berbuat baik hanya karena ingin berbakti kepada Allah dan mendapat ridho dari Allah.

Penulis bukan orang baik karena masih banyak orang yang tak suka dengan penulis tapi penulis selalu berniat untuk membantu orang lain dan mencari kebaikan semata-mata karena Allah.

Lelaki itu saya tidak tahu siapa dan kenapa dia bisa bilang " You are Good Man" dan menyodorkan tanggannya kepada penulis untuk bersalaman

Semoga kita semua terhindar dari sifat-sifat sombong

Wasaalam

23 April 2017






MAAF ISTRIKU, AKU TIDAK BISA MENGAJAKMU KE HIJIR ISMAIL

Assalammualaikum,

Dibawa ini adalah cerita lainnya ketika sedang berada di Hijir Ismail saat menjalankan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu. Berikut kisah yang terjadi dan ini adalah copy paste dari blog saya yang lainnya.

Ada sedikit rasa bersalah kepada istriku saat aku menceritakan kesan-kesanku pada saat naik haji beberapa bulan yang lalu dihadapan teman-teman pengajian dimana aku berkumpul untuk menambah rasa keimananku kepada Allah. 
Aku ceritakan bahwa aku setiap hari masuk ke dalam hijir ismail baik itu di kala pagi, siang ataupun malam Anggaplah aku merasa bangga karena setiap keinginanku untuk masuk ke dalam Hijir Ismail, dikabulkan oleh Allah. Apalagi aku sempat memandu orang tua asal Jawa Tengah Untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.


Ramainya Jemaah Haji yang memadati Hijir Ismail



Jemaah Haji Indonesia sedang Sholat Sunnah
Aku baru sadar bahwa rasa ketidak sukaan istriku dikarenakan aku pergi sendirian tanpa mengajak dia ke Hijir Ismail. Tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku tidak bisa mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail untuk sholat sunnah ataupun berdoa kepada Allah. Alasannya bahwa Aku Tidak Bisa Menjaga Muhrimku saat aku berusaha masuk dan bertahan di dalam Hijir Ismail. Karena masuk ke dalam Hijir Ismail di musim haji ini, ibarat masuk ke dalam suatu tempat yang sempit dan belum bisa dipastikan kapan bisa keluar dari tempat itu kecuali berdoa kepada Allah. Juga saat memasuki Hijir Ismail pun tergantung kata hatiku, kalau kata hatiku bilang "Kita bisa masuk sekarang" maka aku masuk dan bila  tidak boleh masuk, tidak ada celetukan di dalam hatiku.

Aku setiap mau masuk ke dalam Hijir Ismail, pertama yang kulakukan adalah membaca Al Qur'an minimal 1 juz. Ya Aku membaca Al Qur'an 1 juz, dengan harapan Allah memberiku kekuatan untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail. Dan juga perasaan saya apabila saya telah membaca Al Qur'an , badanku terasa kuat dan perasaan seluruh badanku baik tangan, kaki, hati maupun pikiranku, Ikhlas membawaku ke dalam Hijir Ismail. Mungkin itulah terapi yang kulakukan agar aku bisa menembus masuk ke dalam Hijir Ismail di Kala Musim Haji.
 
Jadi saya memang sengaja tidak mengajak istri saya ke dalam Hijir Ismail, dengan beberapa alasan, yaitu : (Coba lihat dalam gambar di atas..red)


1. Aku terus terang tidak akan bisa menjaga Muhrim Istiku saat ingin masuk dan keluar, dikarenakan pintu masuknya cuma satu dan hanya berukuran sekitar 4-5 meter saja.Dan tentunya berhimpit-himpitan dan tentunya pelecehan seksual akan terjadi di sana baik sengaja atau tidak sengaja.


2. Kalau dilihat pada gambar, berapa persenkah wanita berada di dalam Hijir Ismail? Tentunya tidak sebesar persentase pria. Jadi wanita bisa menjadi obyek pelecehan seksual kan?


3. Aku saja kadang tidak bisa menjaga diriku atau barang yang kubawa saat berada di dalam sana, karena aku harus mengikuti arus manusia yang mau masuk ataupun mau keluar. Dan mungkin saja Hp saya hilang saat saya mengajak orang tua untuk masuk ke dalam sana. Sehingga aku lalai dengan barang-barang yang kubawa, Alapagi bila aku harus menjaga istriku saat berada di sana. 

4, Aku juga secara tidak sengaja melakukan pelecehan seksual ketika tanganku menyentuh dada seorang wanita karena saat itu aku sedang melindungi orang lain yang sedang sholat sunnah dan wanita itu mendapat dorongan dari belakang dan akhirnya mengenai tanganku, Aku pun terkejut dan meminta maaf serta berusaha melepaskan tangan dari himpitan dadanya walau akhirnya laki-laki yang kulindungi saat sholat terganggu karena aku melepaskan perlindunganku.


5. Orang2 di dalam sana, kebanyakan sudah banyak dimiliki oleh setan sehingga tidak ada lagi rasa pengertian dan rasa sabar dan santun karena semua punya keinginan yang sama untuk beribadah kepada Allah. Tapi tentunya Allah memikirkan ibadah mereka yang menzalimi orang lain saat beribadah kepada Allah di dalam Hijir Ismail.


Dan lagi saat saya berada di dalam sana, ada seorang ibu-ibu kerasukan setan, karena mukanya menunjukkan rasa marah dan memukul-mukul seorang laki-laki yang tengah berdoa sambil memegang dinding Kabah. Mungkin sekitar 5-6 kali atau lebih, ibu itu tanpa sadar memukul. Akhirnya akhirnya saya bisa bilang ke Ibu itu,"Bu! jangan kayak begitu, Ini rumah Allah, harusnya ibu berbuat baik. Macam mana ibu mau haji kayak begini...!! Dan akhirnya teman ibu itu menyadarkan dia dan berusaha memegang tangannya agar tidak memukul lelaki itu.


6. Untuk sholat sunnah dan berdoa saja susah dan harus pandai-pandai berbuat baik kepada orang lain, agar pada saat kita sholat sunnah, kita tidak diinjak-injak orang pada saat sujud. Maksudnya kita berusaha menjaga orang lain saat dia sholat dan saat berdoa. Sering kali saya mengingatkan orang yang sujudnya berlama-lama, agar tidak berlama-lama saat sujud dan saat sholat, karena resiko diinjak-injak orang, bisa saja terjadi. Malah ada sekelompok orang yang sholat di dekat pintu masuk Hijir Ismail.

Jadi kesimpulan dari cerita di atas bahwa Aku tidak mengajak istriku ke dalam Hijir Ismail saat musim haji dikarenakan Aku tidak bisa menjaga muhrimnya, orang-orang di dalam sana sudah dirasuki oleh setan karena tidak sabar, punya emosi tinggi dan kadang berantem satu sama lain untuk mendapatkan posisi yang pas untuk sholat, terjadi pelecehan seksual baik sengaja maupun tidak sengaja dan tidak aman bagi seorang wanita berada di dalam sana saat musim Haji.
 
Insya Allah, bila umurku panjang, punya rejeki dan uang yang melimpah dan aku masih bersama istriku dalam rumah tangga, aku akan mengajak istriku dan anak-anakku dalam Hijir Ismail saat Umroh, karena Insya Allah aku bisa menjaga mereka saat masuk, keluar dan berada di dalam Hijir Ismail.
 
Insya Allah, istriku bisa mengerti alasan-alasan tersebut diatas..Dan  bisa memaafkan kesalahanku untuk tidak membawa dia ke dalam Hijir Ismail di waktu musim Haji.
 
Canberra, 30 November 2014.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Note :
Saat Kami melakukan Haji Wada, saya tidak melihat lagi orang bertebaran di dalam Hijir Ismail. Dan saya mendapat alasan bahwa tidak aman bila Hijir Ismail di buka saat kondisi jemaah Haji yang membeludak seperti itu. Karena memasuki Rumah Allah, kita harus sabar dan ikhlas bila ingin mendapat senyuman yang terindah dari Malaikat penjaga Hijir Ismail.    


 cerita ini pernah dibuat di blog saya yang lain.
   https://pujanggapiping.blogspot.co.id/2014/11/kenapa-aku-tidak-mengajak-istriku-ke.html   

KETIKA SEGELAS AIR MINUM INGIN MERUNTUHKAN KEIMANANKU

Cerita ini adalah cerita pengalaman sewaktu menunaikan Ibadah Haji tahun 2014, Dimana di minggu ketiga kami di tempatkan di suatu Motel di Wilayah Aziziah. Dimana Motel tersebut menurut teman-teman kurang bersih dan berdebu. Karena wajar dimana motel tersebut hanya dipakai sewaktu Haji saja. Jadi Banyak teman-teman haji merasa tempat itu kotor dan mereka pun membersihkan tempat tidurnya, kamarnya dan Toilet nya. Tapi Penulis, Alhamdulillah mendapatkan kamar yang lumayan bersih dibandingkan yang lain dan lokasinya di pojok. Tapi itu menurut penulis, kalau tempat tidur bersih, tak berdebu, kamar pun bersih,toilet pun bersih. Mungkin karena penulis orangnya malas makanya Penulis malas membersihkan dan dianggap semua bersih..Mencoba ikhlas menerima sesuatu yang dihadapi sewaktu haji makanya penulis terima semua keadaan tersebut. Tapi memang untuk ukuran cleaner seperti penulis ini, kamar yang ditempati penulis memang bersih.

Disini penulis mau cerita mengenai suatu kejadian yang dialami berkenaan dengan dipegangnya Al Qur'an di tangan kiri oleh salah satu jemaah haji dan teman kami juga.

Saat ini disiang hari yang cukup panas, sekitar pukul 3 sore. Ketiga dahaga memuncak. Saya keluar dari kamar kami yang berada di lantai tiga gedung tersebut dan bermaksud mengambil air minum umum untuk menyeduh teh dan Mie Instant yang ditempatkan di lantai dua, dekat dengan kamar para Ustaz pembimbing/ Muthawib.

Ketika saya melangkahkan kaki saya turun ke lantai dua untuk mengambil air minum. Saya lihat teman jemaah kami yang sedang memegang gelas berisi Air Minum di tangan kanan dan memegang Al Qur'an di tanggal kirinya. Saya terkejut melihatnya dimana menurut pandangan saya, kita tidak boleh memegang MAshab Al Qur'an di tangan kiri dan apalagi kita tinggal di suci Haraam / tempat suci. Saya tahu jemaah tersebut adalah Muallaf dan saya tahu dia baru belajar membaca Al Qur'an.
Kemungkinan dia tidak tahu bahwa ada hukumnya memegang Al Qur'an. Mungkin dia masih anggap itu sebuah buku biasa. Akhirnya saya sapa dia .

Hai  Mate," (karena dia orang Australia jadi saya pakai bahasa English)," Sapa saya





"Kenapa Bapak pegang Al Qur'an di tangan kiri dan tangan kananku memegang gelas air minum", tanya saya seterusnya.

"Kalau Al Quran di sebelah kanan, bagaimana saya minum air '" jawab dia.

"Tapi Pak, kita tidak boleh memegang Al Qur;an di tangan kiri apalagi di tanah Haraam ini," kata saya lagi.

"Apa sich bedanya tangan kiri dengan tangan kanan, karena saya pengen minum, dan saya pegang Al Qur'an, makanya sementara saya pegang dengan tangan kiri dan setelah selesai minum saya pegang Al Qur'an di tangan kanan saya lagi." jawab dia panjang lebar.

"Coba lihat nich, bagaimana saya minum," katanya sambil memperagakan posisi tangannya

Sebenarnya saya ingin menanggapi komentar dia lagi tapi ingat kalau tempat kami masih di tanah Haraam dan takut membuat orang lain tersinggung apalagi berkata-kata kasam. Dan saya pun tidak mau kena Dam. Akhirnya saya menggangguk menyatakan Oke walau dalam hati tidak bisa menerima.

Rupanya sewaktu kami bercakap-cakap mengenai Al Qur'an dan Segelas Air Minum dilihat oleh Pembimbing Haji kami (Muthawib) dan dia pun hanya diam dan tersebut. Terkesan tidak mau mencampuri pembicaraan kami



Karena ada yang memperhatikan kami akhirnya pun saya berkata

"Tapi kita tidak boleh memegang Al Qur'an di tangan kiri",

 Karena mungkin dia tidak mau berdebat, akhirnya dia meninggalkan saya dan Ustaz Pembimbing kami untuk masuk ke kamarnya dengan membuang air minumnya dan segera memegang Al Qur'an di tangan kanan. Dan mungkin dengan kondisi jiwa yang kesel dengan teguran penulis.

Sore pun berlalu dan malam pun tiba, Kami pun mengadakan aktivitas-aktivitas keagamaan seperti Manasik Haji dan ceramah. Dan ketika semuanya berlalu , kami pun kembali ke kamar kami untuk tidur.

Ada kebiasaan jelek penulis yaitu penulis suka bangun pagi-pagi dan melaksanakan sholat Tahajjud. Dan ketika penulis terbangun pukul tiga pagi dan karena haus. Akhirnya penulis keluar dari kamar dan turun ke lantai dua untuk mengambil air dari water dispenser. Secara tak sengaja, penulis nampak seorang jemaah haji Australia yang juga rombongan kami, yang siang tadi berbincang dengan penulis mengenai Al Qur'an di tangan kiri, tengah duduk di depan kamar ustaz pembimbing kami sambil memegang perutnya sambil menahan kesakitannya.




"Ada apa dan kenapa?" tanya saya dengan nada turut prihatin

 "Perutku sakit dan buang air terus" jawab dia sambil menahan sakit.

"Mungkin karena air minum itu karena habis minum air itu, perutku sakit dan aku sering buang air besar", jawab dia lagi.

Rupanya dia kena diare karena dianggapnya dia meminum air dari water dispenser kemaren siang


Tak lama keluarlah si ustaz pembimbing kami yang tadi siang melihat percakapan saya dengan Mate ini dan segera menanggapi keluhan dari Jemaah ini. Akhirnya saya bertanya ke Ustaz.

"Pak Ustaz, kenapa kawan ini" tanya saya

"Dia sakit perut dan sebentar lagi dibawa ke rumah sakit dekat sini " Jawab si Ustaz

Tak lama kemudian Si Ustaz membawa teman yang sakit ini ke rumah sakit yang ada di dekat dimana tempat kami menginap. Dan menurut informasi, teman saya ini mendapatkan infus dan malam harinya sudah kembali ke hotel dan sudah sehat kembali.


Tapi percaya tidak percaya, logika tidak logika, Rupanya dari hasil investigasi, air minum dalam dispenser itu sudah satu tahun nggak pernah diganti. Jadi kemungkinan disitulah teman mendapatkan sakit perutnya itu. Namun anehnya, tidak hanya dia saja yang minum air dari Dispenser tersebut tapi juga penulis dan jemaah lainnya meminum air dari dispenser tersebut.

Penulis pun menghubung-hubungkan sakit perutnya teman saya ini berhubungan dengan dipegangnya air minum tangan kanan dan Al Qur'an di tangan kiri. Dan untungnya dia minum hanya dua teguk saja sebelum saya tegur. Karena selepas saya tegur, langsung dibuangnya air minum tersebut. Bayangkan bilamana dia tidak membuang air minum dalam gelas tersebut bisa saja berakibat fatal bagi dirinya.

 Jadi hati2lah di Tanah Haraam, Mate. Karena kita tidak boleh sembarangan melalukan sesuatu

Salam, 20 April 2017



ALARM SECURITY BIN DAWOOD

Hari pertama saya berada di Madinah, saya cukup terkejut dan takjub karena di Madinah yang dekat Daewoo. Terlintas dalam pikiranku bahwa ada toko electronic product Daewo Korea yang menjual barang-barang mereka di kota Madinah. Terpikir dalam benakku, “kenapa Daewo mau berjualan alat-alat elektronik yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi” 


Karena sering melihat tulisan Daewo maka akhirnya pada keesokan harinya, saya masuk ke dalam komplek pertokohan tersebut untuk melihat-lihat alat-alat elektronik yang dijual di sana. Saya masuk ke dalam, naik escalator dan turun tangga sambil muter-muter mencari lokasi toko alat electronic Daewo. Namun akhirnya tidak ketemu. Yang saya lihat adalah supermarket yang berada di lantai bawah dan akhirnya saya masuk sambil mencari makanan dan minuman untuk cemilan untuk di makan di kamar dimana saya termasuk orang yang suka ngemil. 


Terlihat banyak orang yang berbelanja di supermarket itu dan terlihat banyak penjaganya orang-orang Indonesia yang hijrah dan mencari nafkah disana disamping orang-orang dari Bangladesh dan Pakistan. Sempat sejenak berbicara dalam bahasa Indonesia untuk menanyakan makanan-makanan yang dijual disana. 


Setelah selesai membayar di kasir dan mau keluar dari supermarket tersebut , ternyata alarm berbunyi dan saya pun bingung jadinya. Akhirnya security menyuruh 2 atau 3 kali untuk bolak balik melewati sensor yang ada di pintu keluar dan sempat diperiksa seluruh belanjaan saya dan saya di geledah. Dalam hati saya juga ngapain saya mencuri barang disini karena saya berencana berhaji. Akhirnya sekitar setengah jam dan ada yang menjamin yaitu salah satu supervisor yang ada di sana. Akhirnya saya dibolehkan pulang padahal malu juga dilihat oleh orang-orang yang berada di sana. 


Keesokan harinya pun saya datang lagi ke sana untuk berbelanja dan berbunyi lagi alarm tersebut, saya diperiksa lagi dan dicheck belanjaan saya dan akhirnya bebas juga karena security disana sudah paham dengan saya, karena dia hanya senyum-senyum saja.


Saya pun heran kenapa ada bunyi tersebut, jadi mulailah saya berpikir untuk mencari tahu kenapa bisa ada bunyi alarm, padahal saya tidak mengambil barang yang bukan hak saya. Dan saya berpikir dengan apa yang saya pakai waktu itu, dimana di hari pertama ke sana saya pakai apa dan hari kedua saya pakai apa. Setelah dianalisa akhirnya saya mengganti celana panjang warna hitam yang saya pakai di hari pertama dan hari kedua. Akhirnya di hari ke tiga, saya masuk kembali ke supermarket itu dan tidak berbunyi sewaktu saya sudah selesai berbelanja. 

Sampai kami meninggalkan kota Madinah, saya belum juga bisa menemukan penyebab Alarm berbunyi di Kedai Bin Dawood.


Hampir dua minggu kemudian setelah kami berada di Mekkah dan sewaktu saya berbelanja di Toko Bin Dawood, saat saya mau masuk ke toko tersebut. Alarm berbunyi kembali dan bikin saya bingung lagi karena saya tidak memakai celana warna hitam. Tapi yang di Makkah ini berbeda, karena punya alat untuk melacak dimana benda yang mengakibatkan bunyi alarm tadi. Dan akhirnya ditemukan, rupanya saya lupa membuang tag alarm yang ada di pakaian yang saya beli dari Toko Khatmandu. Saya termasuk salah satu yang suka product-product Khatmandu. Saya suka membeli product khatmandu bilamana ada discount. Tapi setelah saya beli product Khatmandu dan tidak pernah melepas tag alarmnya, selama di Canberra, saya belum mengalami bunyi alarm walaupun saya sering masuk Mall dan Supermarket.