Friday, 14 June 2019

ALARM SECURITY BIN DAWOOD

Hari pertama saya berada di Madinah, saya cukup terkejut dan takjub karena di Madinah yang dekat Daewoo. Terlintas dalam pikiranku bahwa ada toko electronic product Daewo Korea yang menjual barang-barang mereka di kota Madinah. Terpikir dalam benakku, “kenapa Daewo mau berjualan alat-alat elektronik yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi” 


Karena sering melihat tulisan Daewo maka akhirnya pada keesokan harinya, saya masuk ke dalam komplek pertokohan tersebut untuk melihat-lihat alat-alat elektronik yang dijual di sana. Saya masuk ke dalam, naik escalator dan turun tangga sambil muter-muter mencari lokasi toko alat electronic Daewo. Namun akhirnya tidak ketemu. Yang saya lihat adalah supermarket yang berada di lantai bawah dan akhirnya saya masuk sambil mencari makanan dan minuman untuk cemilan untuk di makan di kamar dimana saya termasuk orang yang suka ngemil. 


Terlihat banyak orang yang berbelanja di supermarket itu dan terlihat banyak penjaganya orang-orang Indonesia yang hijrah dan mencari nafkah disana disamping orang-orang dari Bangladesh dan Pakistan. Sempat sejenak berbicara dalam bahasa Indonesia untuk menanyakan makanan-makanan yang dijual disana. 


Setelah selesai membayar di kasir dan mau keluar dari supermarket tersebut , ternyata alarm berbunyi dan saya pun bingung jadinya. Akhirnya security menyuruh 2 atau 3 kali untuk bolak balik melewati sensor yang ada di pintu keluar dan sempat diperiksa seluruh belanjaan saya dan saya di geledah. Dalam hati saya juga ngapain saya mencuri barang disini karena saya berencana berhaji. Akhirnya sekitar setengah jam dan ada yang menjamin yaitu salah satu supervisor yang ada di sana. Akhirnya saya dibolehkan pulang padahal malu juga dilihat oleh orang-orang yang berada di sana. 


Keesokan harinya pun saya datang lagi ke sana untuk berbelanja dan berbunyi lagi alarm tersebut, saya diperiksa lagi dan dicheck belanjaan saya dan akhirnya bebas juga karena security disana sudah paham dengan saya, karena dia hanya senyum-senyum saja.


Saya pun heran kenapa ada bunyi tersebut, jadi mulailah saya berpikir untuk mencari tahu kenapa bisa ada bunyi alarm, padahal saya tidak mengambil barang yang bukan hak saya. Dan saya berpikir dengan apa yang saya pakai waktu itu, dimana di hari pertama ke sana saya pakai apa dan hari kedua saya pakai apa. Setelah dianalisa akhirnya saya mengganti celana panjang warna hitam yang saya pakai di hari pertama dan hari kedua. Akhirnya di hari ke tiga, saya masuk kembali ke supermarket itu dan tidak berbunyi sewaktu saya sudah selesai berbelanja. 

Sampai kami meninggalkan kota Madinah, saya belum juga bisa menemukan penyebab Alarm berbunyi di Kedai Bin Dawood.


Hampir dua minggu kemudian setelah kami berada di Mekkah dan sewaktu saya berbelanja di Toko Bin Dawood, saat saya mau masuk ke toko tersebut. Alarm berbunyi kembali dan bikin saya bingung lagi karena saya tidak memakai celana warna hitam. Tapi yang di Makkah ini berbeda, karena punya alat untuk melacak dimana benda yang mengakibatkan bunyi alarm tadi. Dan akhirnya ditemukan, rupanya saya lupa membuang tag alarm yang ada di pakaian yang saya beli dari Toko Khatmandu. Saya termasuk salah satu yang suka product-product Khatmandu. Saya suka membeli product khatmandu bilamana ada discount. Tapi setelah saya beli product Khatmandu dan tidak pernah melepas tag alarmnya, selama di Canberra, saya belum mengalami bunyi alarm walaupun saya sering masuk Mall dan Supermarket.  

MENANTI DHUHA DI HIJIR ISMAIL bagian 2


Bertemu Keluarga di Jakarta











          Kami berangkat ke Indonesia dahulu sebelum berangkat ke Madinah dikarenakan dari Raudoh Hajj sendiri yang membuat rencana seperti itu dengan alasan agar kami, jemaah haji bisa berkumpul dengan keluarga sebelum berangkat haji. Jadi setelah kami berkumpul dengan keluarga dan di Hari Sabtu, 13 September 2014, kami berkumpul di Hotel Millenium Tanah Abang Jakarta sebelum berangkat secara resmi ke Tanah Suci. 


      Setibanya kami di Bandara Soekarno Hatta, Kami langsung menuju ke Perumahan Bumi Serpong Damai Tanggerang untuk bermalam di rumah kakak saya dimana di rumah kakak saya pun sudah ada ibu dan adik-adik saya untuk bertemu dengan saya sebelum saya berangkat Haji. Bermaaf-maaf an dan meminta izin ibu saya, agar dipermudah untuk melaksanakan ibadah Haji. Bapak saya sudah lama meninggal yaitu di bulan Oktober 2003. 


     Di Hari Jum’at, di rumah kakak saya, diadakan syukuran Haji yaitu silaturahmi dengan keluarga baik yang ada di Bogor, di Serang maupun di Palembang, juga mengundang jiran tetangga kakak saya. Penceramah yang hadir dalam memberikan tausiah kepada kami, sedikit banyak menebalkan hati saya untuk tidak takut untuk naik haji. Dimana isi ceramahnya bercerita mengenai seorang ulama besar tapi merasa keimanannya dan akhlaknya lebih baik dari orang yang dilihatnya,



    Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.


Kemudian Hasan berbisik dalam hati,
"Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!" Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun utk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam.


Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata,
"Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang." Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya,


"Tuan, sebenarnya perempuan yg duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak." Hasan al-Basri terpegun lalu berkata,

"Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dlm kebanggaan dan kesombongan." Lelaki itu menjawab,

"Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan."
Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yg tdk lebih dari orang lain.


Jika Allah membukakan pintu solat tahajud utk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yg sedang tertidur nyenyak.


Jika Allah membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat.


Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.
Ilmu Allah sangat amatlah luas.

Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu.

Semoga kita terhindar dr sikap bangga diri, sombong, ujub dgn amalan kita sendiri. Sekali-kali jangan pernah berkata "Aku lebih baik dari pada kamu."

     

     Setelah mendengar ceramah itu, saya berkeyakinan untuk tetap semangat yang intinya saya naik haji ke tanah suci Makkah adalah untuk memenuhi panggilan Allah. “Labaik Allah Humma Labaik” Saya merasa bahwa hanya Allah lah yang bisa mengukur ibadah seseorang dan kita sebagai manusia hanyalah menjalani perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Tidak ada manusia yang bisa menilai ibadah seseorang kecuali diri manusia itu sendiri. Jadi walau saya merasa ibadah saya masih kurang, tapi siapa tahu Allah memberikan kemudahan bagi saya dan istri saya saat menjalani ibadah haji dengan kebaikan-kebaikan dan sedekah yang saya lakukan.


     Sebenarnya niatan saya naik haji adalah ingin menemani istri saya naik haji dan menjaga muhrim istri saya, karena kasihan kalau dia sendirian selama sebulan disana dan Alhamdulillah Allah mengabulkan do’a saya. Setelah itu niatan lainnya adalah ingin berbuat baik selama saya menunaikan ibadah haji dan mencari pahala selama di tanah suci. Tapi yang akhirnya niatan yang paling kuat walaupun tidak kuat amat karena ada rasa takut yaitu untuk memenuhi panggilan Allah.


      Hari Sabtu, 13 September 2014 jam 1 siang, kami datang ke Hotel Millenium Tanah Abang Jakarta untuk bermalam selama satu malam sebelum berangkat Haji. Dan saya sekamar dengan istri saya, mungkin tujuan pihak panitia adalah agar kami bisa menikmati malam pengantin sebelum kami dihadapkan tugas-tugas berat saat menjalankan ibadah haji.



Di dalam kamar istriku berkata ,

” Mas aku ingin focus ibadah kepada Allah selama berada di Tanah Suci dan mohon mas bisa mengerti.”



Aku terkejut mendengar kata-kata istriku dan saya hanya bisa menjawab dengan jawaban ,”Ya”. Walau dalam hati berkata memangnya bisa macem-macem selama menunaikan ibadah haji? 


     “Mas pun pengen juga beribadah dengan baik selama berada menjalankan ibadah haji” Jawab saya. Padahal sebenarnya pengen juga kumpul bareng istri selama di Arab Saudi (ya sudahlah…red)



Tapi sebenarnya perkataan istri saya itu adalah di dalam kekhawatiran bahwa dia tidak bisa menjalankan ibadah haji secara penuh mengingat dia adalah perempuan dan kadang waktu datang bulan (menstruasi) sudah diprediksi bahwa akan datang saat kami menjalankan ibadah haji dan selama kami berada di Makkah. Walaupun istri saya makan obat untuk menjaga agar tidak menstruasi, tetap saja rasa kekhawatiran itu ada. Saya pun mendoakan agar istri saya bisa tetap bertahan untuk menstruasi selama menjalankan ibadah haji.


         Sabtu Sore itu kami melaksanakan Manasik Haji yang terakhir di Indonesia. Dalam Manasik Haji diajarkan cara-cara untuk melaksanakan rukun Haji, wajib haji dan juga aktifitas keseharian selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Sebelum Manasik Haji berakhir, ditutup dengan do’a oleh ustaz yang memberikan pembekalan kepada kami. Banyak teman-teman jemaah haji yang menangis mendengar do’a-do’a yang diucapkan tapi anehnya saya tidak menangis dan hanya bisa melongo dan memperhatikan kenapa orang dengan mudahnya menangis. Dan dari manasik haji itu akhirnya kami mendapat info bahwa ada 5-6 orang yang belum selesai visanya dan tidak bisa berangkat bareng kami besok ke Madinah. Jadi Ustaz Ari yang rencananya berangkat bersama kami besok, akhirnya tetap tinggal di Jakarta sambil menunggu 5-6 orang yang masih berada di Australia. 


      Setelah selesai Manasik Haji, kami pun makan malam dan setelah itu kami pun beristirahat untuk bersiap-siap melaksanakan perjalanan jauh ke Madinah. 


      Hari Minggu, 14 September, sebelum subuh tiba, kami melaksanakan sholat Tahajjud bersama-sama dan banyak juga jemaah haji yang hadir di musholla. Di samping memohon agar diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji juga agar diberi kemudahan kepada 5-6 orang teman jemaah haji yang masih belum selesai proses visa hajinya. Dan setelah sarapan pagi kami bersiap-siap untuk berangkat Bandara Soekarno Hatta dan jadwal kumpulnya jam 11 siang. Saya sempatkan diri jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang untuk mencari sesuatu dan sekalian mencari makanan Jakarta. Tapi karena masih pagi, jarang toko yang buka dan juga itu hari minggu jadi daerah sekitar Tanah Abang masih sepi dari pengunjung.


         Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Hotel karena khawatir akan terlambat dan setidak-tidaknya bisa istirahat sebentar di kamar hotel sebelum kumpul. Istriku tidak mau diajak ke tanah abang karena nampaknya dia lebih focus ke ibadah. Karena saat aku tinggalkan di kamar, dia sedang mengaji. Dan saya tidak mau mengganggu kekhusukan istriku dalam beribadah.


         Pukul 11 siang kami berkumpul di Lobby Hotel Mellinium untuk absensi sebelum berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Kami tidak membawa koper-koper kami dimana koper-koper kami sudah berangkat lebih dahulu ke Bandara agar mudah dalam pengurusannya. Jadi hanyalah tas ransel dan tas kecil lainnya yang kami bawa di dalam pesawat nantinya. Sebelum berangkat kami pun berdo’a kembali agar 5-6 orang teman kami yang satu rombongan yang masih belum beres urusan visa hajinya segera diperlancarkan dan bisa berangkat haji secepatnya. Dan lagi-lagi saya tidak menangis diantara jemaah lain nya yang menangis. Mereka begitu khusuknya mendengarkan do’a dari Ustaz Ari sehingga mereka bisa menangis sedangkan saya lagi-lagi belum bisa khusuk berdo’a dan bisa menangis. Jadi kadang merasa tidak enak juga jadinya.


      Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan dua bus menuju ke Bandara dan rupanya ada satu jemaah haji yang tertinggal di hotel karena Beliau itu sakit dan berangkat sendirian. Dan kami tahunya dari petugas hotel yang menghubungi salah satu pihak Raudoh. Tapi untunglah ada ada jemaah yang mempunyai saudara yang saat itu juga mengiringi bus kami, jadi keluarga jemaah haji itu kembali ke hotel untuk menjemput jemaah yang tertinggal tadi sedangkan bus kami menunggu di pinggir jalan. Setelah proses penjemputan selesai dan jemaah yang tertinggal itu naik bus, kami pun melaksanakan perjalanan kami ke Bandara sambil membaca “Labaik Allah Humma Labaik, Labaik Sarikala Labaik, Innal Hamda Wannikmata Walakal Mul Lasari Kala”


        Setiba di Bandara, kami berpencar untuk mencari makan dan juga menukar uang dollar Australia ke uang rupiah, khusus untuk makan. Setelah sholat Zuhur dijamak dengan sholat Azar, kami pun berkumpul kembali dan selalu saja saya sempatkan bersedekah baik di musholla maupun di penjaga toilet, tujuan saya bersedekah adalah berharap amal ibadah saya itu akan menjaga saya dan istri saya selama saya berada di Tanah Suci.


      Setelah proses imigrasi selesai , kami masuk ke ruang tunggu tapi sebelumnya kami sempatkan diri untuk makan malam di sekitaran Bandara dan tentunya tidak aneh bilamana harga makanan disana sama kayak harga makanan di Australia, tapi karena kami perlu makan malam, akhirnya kami santap juga makanan kami. Tapi istri saya marah dengan saya , akibat dari menu makanan yang saya makan , dimana saya memesan Tom Yam, nasi dan minuman kopi Gingseng. Dimana makanan itu tidak seharusnya dimakan saat melaksanakan perjalanan jauh menggunakan pesawat. Tapi saya cuek saja dan tetap saja makan makanan yang saya pesan. 





      Setelah masuk ke ruang tunggu, akhirnya kami berangkat menuju ke Madinah tapi kami transit dahulu di Abu Dhabi. Tapi kami tidak memakan pakaian ihram karena pesawat kami tidak melewati Miqat. Kami menggunakan pesawat Itihat Airlines.

NOVEL"MENANTI DHUHA DI HIJIR ISMAIL" I

Sebelum saya menulis dan bercerita mengenai kisah perjalanan Haji Saya dan Istri, Saya ingin memperkenalkan diri dahulu nama : H. Iwan Agung Dwi Saputra, Umur 46 tahun, pekerjaan sekarang adalah masih mencari kerja di oil & gas project sambil usaha LAJUKELA COFFEE

Saya menulis kisah ini karena saya ingin juga berangkat Umrah atau Haji kembali baik tahun ini ataupun tahun depan karena hanyalah Allah yang tahu karena dari segi materi nampaknya saya belum punya uang untuk berangkat. Kalau sekarang yang penting niat dulu aja. Siapa tahu pembacar blog ini akan mendoakan semoga do'a- do'a saya terwujud
Dan Saya menulis cerita ini hanyalah ingin berbagi kisah-kisah yang menarik yang pernah saya alami sewaktu menunaikan Ibadah Haji di tahun 2014 yang lalu. Cerita-cerita yang saya tulis ini bukan untuk bermaksud untuk riya atau pamer tentang kebesaran Allah dan kemudahan yang Allah berikan ketika saya menjalankan ibadah Haji tapi sekedar berbagi kebaikan sesame muslim.

Sudah lama sebenarnya saya ingin berbagi cerita tentang kisah-kisah yang saya alami selama sekitar sebulan mencari Hidayah Allah baik dalam perjalanan maupun selama di Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah Haji.
Sebenarnya cerita-cerita yang saya tulis ini tidak ada istimewanya dan hanyalah kisah biasa yang dialami orang-orang yang menjalankan ibadah Haji.

Keinginan untuk berbagi cerita lewat buku ini sebenarnya sudah lama tapi kadang ada pertentangan di dalam bathin saya apakah saya harus menulis cerita itu atau tidak menulis cerita itu. Ada rasa ingin berbagi menceritakan tentang kebaikan Allah kepada saya, tapi kadang ada kalanya merasa apa yang ingin saya sampaikan merupakan cerita pamer bahwa saya merasa dekat dengan Allah sewaktu menunaikan ibadah Haji tahun 2014 yang lalu.

Kami berangkat Haji pada tanggal 12 September 2014 dari Sydney Australia via Jakarta dan kembali dari Haji tanggal 9 Oktober 2014 dari Jeddah ke Jakarta. Dan kembali ke Sydney Australia dua hari sesudahnya.

Sebenarnya inti saya bercerita lewat buku ini adalah bilamana kita menjadi orang baik, mau bersedekah, mau berbagi, mau menolong orang. Insha Allah akan diberikan kemudahan saat melaksanakan ibadah Haji. Karena pahala yang kita peroleh saat kita berbuat baik, akan memudahkan langkah kita atau akan mengawal kita saat kita menunaikan ibadah Haji.

Tidak semua orang bisa berbuat baik ataupun sedekah karena semua itu harus ikhlas dalam hati dan tulus, dan hanya karena semuata-mata ingin menambah pahala dari Allah.
Saya bukanlah ingin bercerita mengenai kekuatan sedekah saya sehingga dengan mudah berbuah manis dengan kemudahan menunaikan Ibadah Haji tahun 2014 yang sebenarnya tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Karena kami berencana untuk naik haji di tahun 2015 tapi berhubung istri saya punya alasan mau menulis skripsi maka kami berangkat haji di tahun 2014.

Almarhum Bapak saya yang mengajarkan saya bagaimama bersedekah, menyantuni anak yatim dan piatu. Karena setiap hari raya Idul FItri tiba, Bapak saya selalu memberikan uang untuk anak yatim/piatu. Itu dilakukan Almarhum sejak saya masih kecil. Dan itulah menginspirasi saya untuk selalu bersedekah dan menyantuni anak-anak yatim dan piatu. Anggap saja kalau saya merasa rejeki yang saya miliki adalah sebagian rejekinya anak-anak yatim. Jadi setiap ada uang lebih yang dihasilkan dari usaha saya, selalu saya sisihkan 10% untuk menyantuni anak-anak yatim. Dan kadang kala saya  punya keinginan untuk tidak berbagi rejeki tapi selalu saya ada permintaan bantuan yang disodorkan kepada saya. Sehingga mau tak mau saya harus mengeluarkan atau berbagi rejeki dengan anak-anak yatim dan piatu. 

Naik Haji ke Makkah merupakan keinginan seluruh umat muslim yang ada di dunia. Dan tidak mudah untuk berangkat Haji itu karena kita harus ikhlas lillahitaala atau kadang juga tanpa kita sadari kita sudah diundang untuk berangkat haji dengan cara yang mungkin sebenarnya tidak bisa masuk ke alam pikiran manusia. Dan hanyalah Allah lah yang tahu rahasia itu dan kita sebagai mahluk ciptaannya hanya bisa menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya. 




Tidak Mudah Untuk Memutuskan Berangkat Haji

            Kami berencana untuk Naik Haji di tahun 2015 dimana di tahun itu harapannya kami mempunyai cukup uang untuk biaya keberangkatan haji, biaya untuk anak-anak yang ditinggal di Canberra dan juga biaya untuk mendatangkan orang tua/ mertua untuk menjaga anak-anak kami. Jadi semua sudah di  di awal tahun dan Istri saya yang mempunyai inisiatif untuk berangkat haji di tahun 2015 dan dari Australia. Tapi kami belum mendaftar tapi istri saya sudah bertanya-tanya dan mencari agen tour Haji di sekitaran Sydney.

            Tapi rencana hanya tinggal rencana karena tiba-tiba suatu hari di bulan Maret 2014, istri saya mengajak saya untuk naik haji di tahun 2014 dan membatalkan rencana untuk berangkat haji di tahun 2015. Alasannya adalah karena istri saya akan menulis tesisnya dan tahun 2015 adalah jadwal paling sibuk buat istri saya mengingat tahun 2015 adalah tahun terakhir istri saya kuliah di Australia.
           Waktu itu Istri saya adalah Mahasiswa S3 di ANU Canberra dan istri saya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Australia untuk melanjutkan kuliah di Australia tanpa bayar. Istri saya mengambil study Medical Research mengambil tema Liver Cancer. Sedangkan saya adalah seorang Cleaning Service yang bekerja di ISS Facilities Services di areal ANU. Karena peluang kerja untuk posisi yang sesuai dengan bidang yang saya geluti yaitu piping design engineering tidak bisa saya lamar karena visa saya adalah visa spouse student. Karena untuk bekerja sebagai engineer di Australia, syaratnya minimal PR atau mempunyai working visa. Karena saya tidak mempunyai itu semua akhirnya saya melamar semua posisi yang ada. Sehingga Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan sebagai Cleaner dan terakhir kerja di ISS Facilities Service Australia. Anak kami ada 2 orang dan semuanya laki-laki dan mereka semua sekolah di Canberra tanpa biaya / gratis. 

          Saya mendengar permintaan istri saya itu langsung saja saya jawab, saya tidak bisa berangkat tahun ini karena tidak mempunyai cuti yang cukup sehingga ada kemungkinan saya bakalan kehilangan pekerjaan dan juga saya merasa dalam Hati, saya masih belum siap untuk berangkat haji tahun itu. Dan saya minta ke istri untuk melaksanakan sesuai planning yang kami buat bersama yaitu Berangkat Haji tahun 2015. Ada sedikit pertengkaran mengenai berangkat haji itu dimana kami juga ada sedikit masalah di biaya Haji karena uang yang kami punya pas-pas an saja. Tapi istri saya mempunyai tekat bulat untuk berangkat Haji tahun itu walau saya menolaknya. Tapi saya tidak melarang istri saya untuk berangkat haji tahun ini karena istri saya punya teman berangkat bareng yaitu Mbak Ida. 

          Istri saya mendaftar haji di salah satu agen yaitu Raudoh Hajj Umroh Australia. Saya nggak bisa melarang istriku untuk berangkat haji tahun 2014 lalu karena memang saya tidak punya rencana untuk naik haji dibarengi rasa takut akan kehilangan pekerjaan dan ketidak siapan saya untuk menjadi seseorang yang bagus ibadahnya karena kadangkala aku lalai dalam menjalankan ibadah kepada Allah.
           Istri saya sudah siap berangkat haji dan biaya sudah hampir lunas. Istri saya berangkat bersama 6 orang lainnya dari Canberra dengan Agen yang sama. Istri saya mendiamkan saya dan hanya seperlunya bicara. Saya pun banyak ditanya teman-teman bahkan mertua, kenapa tidak naik haji bareng istri. Dan kujawab “saya belum siap”. Dan mereka pun diam

          Akhirnya ada peristiwa yang menggugah hati saya dan akhirnya saya memutuskan untuk berangkat Haji dan tapi rasanya itu tidak mungkin mengingat sekitar 3 bulan lagi, jemaah haji akan berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. 

Saat itu ada manasik haji di rumah salah satu calon jemaah haji di Canberra. Dan istri saya ikut hadir tapi saya tidak karena tidak ada rencana dan masih ragu. Tapi keesokan harinya, pembimbing calon jemaah haji itu yang bernama Ustaz Ari menjadi penceramah di salah satu group pengajian yang namanya Group Pengajian Keluarga dan pelaksanaannya di rumah saya dan istri saya lagi-lagi punya rencana untuk ngadain di rumah karena istri saya tahu kalau saya orangnya kurang inisiatif dalam melakukan sesuatu dan hanya menunggu.

          “Kenapa Mas tidak mau Naik Haji?” “Apa tidak kasihan sama istrimu berangkat sendiri tanpa muhrimnya?” Tanya ustaz Ari

“ Saya belum siap Pak Ari..dan cuti saya tidak cukup untuk berangkat haji tahun ini dan rencana saya tahun depan dan nggak apa-apa saya berangkat sendirian”, jawab saya.

“Kok kamu takut kehilangan pekerjaan, apa mas ragu dengan janji Allah, dimana Allah akan melipat gandakan rejeki umat manusia yang datang memenuhi panggilan Nya”

“Kalau perkara siap dan tidak siap itu tergantung manusianya dan manusia tidak akan pernah siap untuk berangkat ke sana” kata ustaz Ari..

Akhirnya setelah saya berpikir lagi dan mencoba mengikhaskan diri bilamana nanti kehilangan pekerjaan dan kena ganjaran waktu menunaikan ibada haji, karena katanya Allah akan memberikan ganjaran kepada manusia bila mereka lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang Muslim

“Baiklah Pak Ari, saya siap berangkat haji dan kasihan juga kalau istri saya berangkat sendirian tapi dengan syarat saya harus satu group dengan istri saya kalau tidak saya tidak mau”, jawab saya kepada Ustaz Ari.

           Sebenanrya saya tidak tahu bahwa di Australia itu banyak agent Perjalanan Haji baik itu Labaik Group, Adam Hajj , BMA dan lain-lain dan saya pikir Ustaz Ari ini adalah bagian dari Pembimbing Haji yang dipunyai orang Australia yang mungkin saja bisa mengatur supaya saya bisa satu rombongan sama istri tapi tahunya Pak Ari ini hanya mewakili Group Raudoh Hajj saja dan tidak mewakili yang lainnya. Saya tahunya yaitu pada saat saya mau Manasik Haji terakhir di Raudoh Hajj Sydney dan Raudoh Group ini rupanya punya perwakilan di Seluruh Australia.

            Kenapa kami memutuskan berangkat haji dari Australia, yaitu karena kemudahan yang dimiliki yaitu tidak harus menunggu lama-lama seperti di Indonesia yang mana harus menunggu 10 atau 15 tahun lagi. Tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi walaupun pakai student visa yaitu tidak di Australia minimal 2 tahun dan visa kami mulai awal Januari 2012 dan bilamana di tahun 2014 menjadi selisih 1 tahun dan masuk syarat untuk berangkat Haji di Tahun 2014 itu. Sedangkan syarat-syarat lain sama seperti di Indonesia.

           Tidak semua orang bisa Naik Haji dan hanya orang-orang yang beruntunglah yang bisa mendapatkannya. Dan mungkin kami adalah sebagian dari orang-orang yang beruntung itu. Karena mendapatkan peluang untuk naik haji dari orang-orang yang tidak beruntung itu. Kenapa saya katakan tidak beruntung? Karena banyak orang muslim yang berkeinginan untuk pergi haji dan mereka telah mendaftar dan telah membayar lunas semua biaya keberangkatan haji tapi mendadak tidak jadi berangkat. Bisa karena meninggal, bisa Karena sakit, bisa karena hamil dan bisa karena macam-macam alasan. Dan hanya Banyak orang yang kecewa karena tertunda untuk pergi haji tapi bila kita kembalikan lagi bahwa kita pergi haji atas karena kehendak Allah dan memenuhi panggilan Allah, tentunya rasa ikhlas untuk menerima kalau tidak bisa naik haji akan segera muncul dan mencoba kembali membenahi ibadahnya agar lebih baik dan bisa diterima oleh Allah.

     Begitupun dengan kami akhirnya bisa berangkat haji karena ada orang yang mundur dan tidak jadi berangkat dengan alasan-alasan tertentu. Dan tentunya kami memperoleh keberuntungan bisa naik haji dari orang-orang yang tidak beruntung tadi. Menjelang keberangkatan Haji, kami berusaha menjaga ibadah kami, melakukan sholat malam, perbanyak bersedekah, melakukan perbuatan baik, baik itu kepada sesama manusia maupun mahluk lainnya. Kami melakukan itu untuk menjaga peluang kami agar tetap menjadi orang yang beruntung dan mendapat ridho Allah untuk naik haji di tahun 2014 itu.

       Alhamdulillah, Akhirnya saya bisa naik haji bareng dengan istri saya dimana seminggu kemudian setelah berjumpa dengan Ustaz Ari. Teman saya telp dan mengabarkan bahwa ada 1 seat kosong karena ada yang mendadak batal, dan dia berusaha untuk menelpon istri saya tapi istri saya sedang sibuk bekerja dan jadinya dia langsung telpon ke saya. Akhirnya saya mendaftar untuk naik Haji dengan agent perjalanan haji yang sama dengan istri saya dan Alhamdulillah, do’a saya terkabulkan.

       Tapi sebenarnya banyak juga kendala bagi saya untuk naik haji dimana saya harus rela bilamana saya harus kehilangan pekerjaan bilamana nanti sekembalinya saya dari Saudi Arabia. Tapi saya tetap ingat saja dengan yang ustaz Ari bilang mengenai janji
 Allah. Jadi saya ikhlaskan saja bilamana saya harus kehilangan pekerjaan sebagai cleaner di ISS.
       Saya bekerja sebagai cleaner di ISS Facilities Services Australia dan lokasi kerjanya di Kampus ANU (Australian National University) di Canberra. Saya bekerja dari pagi sampai sore. Di pagi hari saya bekerja sebagai supervisor Cleaner dan siang hari saya bekerja sebagai pembersih sarang laba-laba di gedung-gedung yang ada di lingkungan Kampus selain pekerjaan-pekerjaan lain atas permintaan Client bilamana diperlukan. Sebenarnya saya takut untuk naik haji karena takut dengan ganjaran yang diberikan oleh Allah bila saya berada di tanah suci Makkah dan Madinah, karena setiap hari saya membersihkan sarang laba-laba dan secara tidak sengaja pun membunuh laba-laba. Itu yang sangat saya khawatirkan sekali. Tapi saya ikhlaskan juga dan mohon ampun kepada Allah karena saya tidak punya pekerjaan lain selain membersihkan sarang laba-laba di siang hari di areal Kampus ANU. Apalagi dengan menggunakan visa spouse student dan dengan kemampuan bahasa englihs yang terbatas, rasanya sulit bagi saya mencari pekerjaan yang lebih baik selain bekerja sebagai cleaning service.

            Selain takut kehilangan pekerjaan dan juga kerja membersihkan sarang laba-laba, juga saya khawatir dengan amal ibadah saya juga, dimana saat menjalankan sholat lima waktu masih bolong-bolong dan masih tidak rajin membaca Al Qur’an dan intinya ilmu agama saya masih kurang bilamana saya naik haji. Dan semua kekhawatiran itu selalu saya pikirkan sepanjang persiapan untuk berangkat Haji.

            Selain kendala pribadi juga ada kendala dalam kepengurusan visa untuk haji dimana sampai batas waktu rencana keberangkatan kami, visanya belum selesai alias passport masih tertahan karena visa belum selesai juga diurus. Istri saya yang rencana berangkat duluan ke Jakarta, untuk menghadiri pernikahan sepupunya di Medan, akhirnya batal berangkat dan akhirnya berangkat bareng dengan saya di tanggal 10 September 2014 dan dengan penerbangan yang sama. Banyak teman-teman jemaah haji di group haji kami, yang akhirnya membatalkan keberangkatan karena visa haji belum keluar juga dari embassy Saudi Arabia di Canberra.

       Allah yang mengatur semua, akibat dari istri saya tidak jadi berangkat tanggal 6 September 2014, maka istri saya sempat bertemu dengan orang tuanya di Canberra. Kami sebelum memutuskan untuk berangkat haji, meminta tolong kepada mertua saya untuk bisa menjaga anak-anak kami selama kami naik haji. Dan Alhamdulillah, Beliau menyanggupinya dan Kedua mertua saya akhirnya berangkat tanggal 8 September 2014 dari Indonesia dan Sampai tanggal 9 September 2014 di Canberra. Dan istri saya yang menjemput mereka berdua, dikarenakan saya bekerja. Dan bilamana istri saya jadi berangkat tanggal 6 september 2014, tentunya saya yang harus menjemput dan istri saya tidak berjumpa dengan kedua orang tuanya sebelum kami berangkat Haji.

      Hari Rabu, 10 September 2014, kami berangkat dari Ke Indonesia. Dengan rute perjalanan naik bus Murray berangkat jam 4 pagi dari Canberra dan tiba di Sydney International Airport sekitar pukul 9 pagi. Setelah menjalani process check in dan process lainnya di Bandara tersebut akhirnya kami berangkat ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dan tiba di Jakarta sekitar pukul 4 sore.
     

Pekanbaru, 17/04/2014 

TIPS DAN TRIK AGAR BISA MASUK KE RAUDOH (TAMAN SURGA)

Assalamualaikum,

Nyambung lagi mengenai cerita sewaktu haji tahun 2014 yang lalu, disini Ana akan cerita mengenai bagaimana cara masuk Raudoh di waktu musim haji

Para Jemaah Haji Antri masuk Raudoh
Sebenarnya tidaklah terlalu sulit masuk ke raudoh, asalkan sabar menunggu. Sulit dianggap karena tidak sabar menunggu gilirannya. Biasanya askar akan membagi beberapa sekat agar jemaah bisa masuk dengan tertip dan bagi yang berada di dalam raudoh hanya dibatasi waktu sekitar 15 menit s/d 20 menit. Waktunya tidak lama karena bila musim haji banyak orang yang ingin berdoa di dalam raudoh.


Terllihat ada sekat putih untuk mengatur jemaah

Di samping mimbar ini, biasanya orang banyak ingin sholat disana


Bilamana nanti anda berada di dalam Raudoh, pastikan bahwa pada saat anda berdoa berada di karpet Hijau dan Bukan Merah. Tapi kalau menurut saya walaupun kita tidak berada di dalam Karpet Hijau, Insha Allah bilamana kita berdoa di karpet Merah pun doa akan dikabulkan alias Mustajab selama dalam lingkungan masjid Nabawi asalkan niat ikhlas dan tulus.

Semasa di dalam Raudoh, pastinya anda akan melihat orang2 banyak melakukan sholat baik sholat sunnah maupun sholat wajid di posisi dekat mimbar dan juga sebelah makam nabi.


Ini sedekar tips and trik bilamana anda nanti ingin masuk raudoh dan juga selama berada di dalam Raudoh.
Tempat Sholat Imam sebelah Mimbar
1. Bilamana anda ingin masuk Raudoh, usahakan diwaktu malam hari diatas jam 1 malam. Karena disitulah waktunya orang tidur sehingga jemaah yang hadir berkurang ramainya dibandingkan siang hari. Saya tidak pernah masuk ke raudoh di waktu siang hari karena pastinya ramai sekali.
2. Ikut antrian sekat per sekat biasanya si Askar memberlakukan 3 sekat untuk jemaah yang ingin masuk ke dalam raudoh dan ikuti saja dan jangan sampai terlalu nafsu untuk mengejar posisi ataupun berebutan sambil berlari karena kadang kasihan lihat kakek-kakek sampati terjatuh ketika didorong. Karena kalau kita berada di sekat yang di dekat raudoh, kita nggak perlu khawatir, jemaah yang di sekat kedua masuk ke dalam raudoh. mereka pun mengikuti harus mengikuti aturan
3. Bilamana berada di dalam Raudoh, Usahakan banyak melakukan sholat baik wajib maupun sunnah sebanyak mungkin atau pun berdo'a sebanyak mungkin sehingga anda bisa menjadi orang terakhir yang keluar dari Raudoh alias diusir oleh Askar. Tapi nggak apa-apa yang penting anda bisa berdo'a lebih lama. Karena Askar (penjaga) akan megusir kita dengan cepat bilamana anda hanya berdiri-diri saja tanpa melakukan aktivitas apapun juga. khan sayang..? Askar tidak akan berani mengusir kita pada saat melakukan sholat maupun saat berdoa.
Pintu Keluar Raudoh yang dijaga Askar
4. Yang jelas saat berada di dalam raudoh, segerakanlah cari tempat untuk berdiri dan melakukan sholat, karena kalau tidak anda tidak akan bisa mendapatkan posisi yang pas untuk sholat maupun berdoa. Saya pernah sholat dimana di depan saya ada orang dari arab tiba-tiba berdiri di depan saya dan pura-pura melakukan sholat, sehingga saya tidak bisa sholat pada waktu itu dan saya menunggu dia sholat selesai baru saya bisa sholat. Dan waktu itu ada Askar yang lihat dan dia tersenyum dan bilang sabar ke saya. Dan setelah orang itu selesai sholat, dia langsung di suruh pergi sama Askar itu. Jadi kadang mencari posisi sholat di dalam Raudoh kadang sulit tapi Askar memperhatikan para jemaah dan bilamana kita belum melaksanakan sholat dan berdoa, masih diberikan kesempatan asalkan kita sabar dan ikhlas.
5. Untuk lokasi sholat di dalam Raudoh, usahakan di Karpet Hijau, setelah dapat hijau, dan lakukan sholat, yang jelas pada waktu sholat tidak selapang yang seperti kita harapkan, yang penting ada space untuk rukuk dan sujud saja sudah cukup.
6. Kebanyakan jemaah haji, mengambil posisi sholat di depan mimbar dimana biasa nabi Muhammad SAW memberikan khotbah. Tapi disana hanya dibatasi sholat hanya 2 rekaat saja karena banyak jemaah yang ingin sholat dan berdoa di sana. Dan bilamana ada yang ingin 4 rekaat, Askar akan menyuruh jemaah haji, untuk sholat di lokasi lain di dalam Raudoh.
7. Satu lokasi lain yang dipiih jemaah untuk sholat dan berdoa adalah di dekat makam Nabi Muhammad SAW, jadi posisinya di samping Makam. Karena biasanya di daerah sana, tempat yang tidak tersentuh oleh Askar dan biasanya jemaah yang memilih sholat dekat Makam ,adalah jemaah yang terakhir diusir (disuruh) keluar Raudoh.
8. Sewaktu keluar dari Raudoh tidak berdesak-desakan karena dengan adanya sekat setiap orang berbataskan masuk ke Raudoh, tidak seperti di Hijir Ismail, dmana masuk dan keluar Hijir Ismail di pintu yang sama.
9. Ada cara lain dipakai untuk masuk ke Raudoh yaitu melewati pintu keluar Raudoh, karena kadang pintu keluar raudoh tidak ditutup dan tidak dijaga, maka disanalah momen yang pas untuk masuk ke dalam raudoh daripada ngantri sekitar 30 - 45 menit. Ya kalau ketahuan sama askar, bilang saja maaf saya nggak tahu dan biasanya ditunjukkan oleh Askar dimana kita mengantri. Kalau lagi beruntung yach tidak ketahuan dan lancar masuk ke dalam Raudoh tanpa antri.

Ana, Alhamdulillah hampir tiap malam selama 6 hari di Madinah, masuk ke Raudoh, Jadi ketika sampai pagi harinya, malam harinya ana langsung berkunjung ke Raudoh, Karena ketidak tahuan Ana makanya ana salah memilih karpet untuk melakukan sholat dan berdoa karena di hari pertama itu ana memilih karpet merah dimana ana malas berhimpit-himpitan untuk sholat. Tapi di malam kedua dan seterusnya Ana berada di karpet hijau. Ana bisa masuk dari pintu mana aja, karena mungkin kecerdasan Ana membaca situasi hehehe.

Intinya kalau ingin masuk ke Raudoh di Masjid Nabawi, kita itu aman asalkan mau antri. Sekat itu sengaja dibikin agar tidak ada orang yang terinjak-injak ketika masuk ke dalam Raudoh. Denga sikap tegasnya Askar dan mengatur jemaah yang masuk ke Raudoh, kondisi di Masjid Nabawi menjadi terkendali. Semua orang sabar masuk ke Raudoh. Beda dengan di Hijir Ismail.

Itu saja cerita dari Ana saat Ana masuk ke dalam Raudoh semasa haji 2014. Ana kurang tahu kondisi sekarang tapi pada intinya bilamana anda nanti ingin masuk Raudoh, usahakan jiwa Anda tenang, Ikhlas dan tulus serta banyak baca Ayat Kursi.

TIPS AND TRIKS MASUK KE DALAM HIJIR ISMAIL DI MASJIDIL HARAM

Assalammualaikum Wb. Wb. Jumpa lagi dengan Ana dalam cerita haji 2014 lalu.

dikosongkan karena mau sholat wajib
Sebenarnya tidaklah mudah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail ( pada waktu haji 2014 lalu) , dimana pintu masuk dan keluar adalah sama yaitu disisi sebelah kanannya. Sehingga kita harus berhimpit-himpitan untuk masuk dan keluar dari Hijir Ismail dan harus punya keberanian dan keihlasan. Walaupun sudah masuk, kita harus berhimpitan lagi agar bisa melakukan sholat sunnah di sana. 

Tapi kadang ada yang membuat lingkaran untuk menjaga orang untuk sholat sunnah dan bergantian untuk menjaga. Kendala lainnya adalah tidak adanya perbedaan baik bagi wanita dan pria sehingga kadang bisa saja terjadi pelecehan seksual secara tidak sengaja bilamana badan wanita dan pria berhimpitan.

Di Dalam Hijir Ismail, kita tidak boleh melakukan Sholat Wajib dan hanya diperkenankan Sholat Sunnah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Kabah. 

Ana disini akan mencoba berbagi tips and trips bagi anda agar supaya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.
saking panasnya sehingga berkeringat
1. Harus punya tenaga kuat, tinggi minimal 170 cm, karena diperlukan demikian karena besarnya tubuh orang arab sehingga kadang yang punya badan kecil pasti terhimpit-himpit. Tapi bilamana anda badannya kecil, usahakan ajak yang punya badan besar untuk menemani anda masuk ke dalamnya. Tapi jangan khawatir untuk anda yang berbadan kecil karena bilamana anda punya niat yang kuat dan ikhlas, dan tenaga yang cukup serta membaca ayat-ayat Al Qur'an, anda bisa masuk dan keluar dengan selamat 

2. Mengikuti aliran Thawaf , biasanya saya mengikuti Aliran orang melakukan Thawaf yaitu berputar mengelilingi Ka'bah dan bilamana ada peluang agak sepi di depan pintu masuk Hijir Ismail, anda langsung masuk dan walaupun berhimpit, anda biasanya bisa ke dalam.

Jemaah Indonesia (BRI) sedang sholat 
3. Waktu masuk ke dlaam Hijir Ismail usahakan setelah sholat subuh maupun setelah sholat Isha atau pun setelah sholat  Zuhur dan Sholat Asar. Karena bilamana selepas sholat Maghrib, peluang untuk berada di dalam hijir Ismail lebih sedikit
4. Bilamana masuk ke dalam hijir ismail usahakan anda mengambil tempat diujung sebelah kiri dari Hijir Ismail karena bilamana anda berada di tengah, anda pastinya tersenggol dan terdorong-dorong saat anda melakukan sholat ataupun berdoa. Kalau anda berada di pintu sebelah kiri, maka Insya Allah tempat tersebut rada sepi dan bebas dari gangguan. Jadi anda bisa melakukan apa saja di dalamnya. karena tidak terganggu orang, saya pun sempat merekam orang terjepit saat thawaf tapi akhirnya saya hapus karena takut kualat. 

5. Bilamana di dalam hijir ismail, diminta hati-hati karena kadang kita tidak tahu apa yang dilempar orang-orang yang melakukan thawaf ke dlaam hijir ismail. Biasanya dinding pembatas hijir ismail itu yang dari keramik itu adalah tempat kumpulnya barang-barang yang terjatuh di lantai thawaf. Jadi kadang kala, sandal, sejadah, dan lainnya dilempar oleh jemaah ke dalam hijir ismail tapi tidak ada batu yang dilempar ke dalam hijir ismail. Saya mungkin beruntung saat orang yang thawaf melempar ke dalam hijir ismail, saya terkena lemparan sejadah. Untuk kisah di dalam hijir ismail lainnya bisa dilihat pada cerita sebelumnya.

6. Bacalah Ayat Kursi, dan sabar serta ikhlas mencari ridho Allah Insha Allah anda bisa masuk dan keluar dari Hijir Ismail dengan selamat. Jaga Emosi Anda, jangan terpengaruh dengan lingkungan. Karena disana orang emosi dan marah-marah tanpa sebab, jadi agar dimaklumi saja.

saking sibuknya dengan situasi
7. Kalau orang mendorong anda, kasih dia senyuman sehingga dia tidak dorong anda lagi. Kalau ada yang dorong di depan, yach ikutin saja arah dorongan dan usahakan terlepas dari dorongan.

8. Setelah anda masuk ke dalam hijir ismail, usahakan anda berada di ujung dekat cincin dan bergerak masuk ke arah kiri Hijir Ismail untuk mencari tempat yang lapang. Saya aja habis subuh sampai jam 7 pagi berada di dalam hijir ismail dan tidak bisa keluar saking ramainya, tapi akhirnya bisa keluar juga dengan membaca Ayat Kursi dan juga mengikuti rombongan orang lain yang keluar.

melindungi orang yang sholat, sehingga harus berangkulan
9. Kalau anda nantinya tidak mampu mencapai ujung sebelah kiri hijir ismail dan hanya bisa sampai tengah doang, usahakan bergabung dengan jemaah haji lainnya yang melindungi orang sedang sholat, dan pastinya anda akan mendapat giliran untuk sholat dan berdoa. Saling bantu di dalam hijir Ismail adalah hal yang biasa. Kalau anda mencoba sholat sendirian di dalam hijir ismail agar berhati-hati karena saking banyaknya orang, anda bisa saja terinjak-injak pada waktu anda sujud. 

kalau sudah ada di dalam, sudah aman.
10. Bilamana anda berada di dalam Hijir Ismail, hendaklah membawa air minum karena di dalam Hijir Ismail tidak tersedia Air Minum. Dan bilamana anda membawa air minum, share lah kepada orang lain yang membutuhkannya. dan jangan khawatir anda dehidrasi memberi minum kepada orang lain. karena Allah yang mengatur semuanya. 

Kalau Ana, kebanyakan masuk ke dalam hijir ismail di kala sesudah subuh, sesudah maghrib dan larut malam, karena kalau siang hari udara cukup panas. 

Itulah sepintar mengenai Tips and Trick , bilamana ingin masuk ke dalam hijir Ismail.Dan itu saya alami sendiri selama menunaikan ibadah haji tahun 2014 lalu. Kalau pun nanti berbeda dengan yang anda alami, anggaplah ini sebagai referensi aja

WUKUF DI ARAFAH SEPERTI DI TAMAN SURGA

Saya mencoba ngeshare lagi pengalaman sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2014 yang lalu dan kali ini cerita mengenai pengalaman sewaktu wukuf di Arafah. Sebuah pengalaman yang berarti buat saya, yach anggap saja in hanyalah cerita kosong bilamana anda tidak terlalu tertarik dengan cerita ini.

Setelah kami sampai di Arafah dengan menggunakan Bus dari Tenda kami di Mina, tibalah kami di Padang Arafah. Kami waktu itu masuk rombongan haji Australia dan tiba di tenda yang tidak ada AC dan terasa panas banget. Walaupun pagi sudah terasa panas, tapi berkat semprotan air yang ada kipasnya rasa panas itu bisa teratasi.

Dan setelah meletakkan barang2 bawaan saya di dalam tenda, saya permisi ke istri untuk ke toilet, padahal saya mau survey kondisi toilet yang ada di lokasi dekat tenda kami di Arafah. Kondisinya ada yang bagus dan ada juga yang jelek. Tapi saya ikhlaskan saja. yang penting masih ada yang kondisi baik.

Setelah survey kondisi lapangan , akhirnya saya kembali ke tenda untuk berdiam diri di sana sampai menjelang maghrib, sambil membaca Al Qur'an dan berdiam diri di dalam tenda, saya menjalankn ritual agama Islam yaitu wajib haji. Ada teman yang tidur , dan kebanyakan tidur walaupun panas, tapi saya tidak bisa tidur karena merasa risih saja dimana tidak ada sekat antara jemaah wanita dan lelaki. Jadi saya pun hanya duduk-duduk saja.

Sekitar jam 10 pagi, saya lihat ada kawan membawa teh panas dan entah dari mana karena di tenda kami tidak ada air panas karena memang tidak ada listrik di tenda kami di Arafah. Saya tanya ke teman saya itu dimana ambil air panas tersebut dan dia menjelaskan dimana ambilnya.

Akhirnya saya pun beranjak dari tenda saya dan ijin ke Istri untuk pergi keluar tenda dan akhirnya saya pun pergi ke tempat yang dibilang teman saya tadi. Saya pun pergi ke sana dan terlihat ada semacam taman yang berisi tenda-tenda, kursi, minuman panas/dingin, dan kipas angin. Akhirnya saya masuk ke taman itu dan saya anggap sebagai taman firdaus..(anggap saja saya terlalu berlebihan..red).

Saya minta air teh hangat dan juga makanan kecil kepada penjaga air minum dan kebetulan kenal wajah karena penjaga air minum itu penjaga air minum di sebelah tenda kami di Mina. Akhirnya saya dikasih air minum dan saya melihat sekeliling , ternyata kebanyakan diisi oleh orang asing dan saya tidak melihat orang Indonesia di sana. Saya ingin duduk nyantai menikmati kipas angin, akhirnya pandangan saya tertuju di satu kursi di yang ada dan saya pun duduk di sana sambil menikmati teh hangat saya dan makanan kecil yang ada. Saya duduk di sana sampai menjelang waktu Zhuhur masuk dan kala itu di hari jum'at waktu setempat.

Seduduknya saya di sana, saya bertemu banyak orang-orang yang duduk di sebelah saya karena kebetulan di tenda yang saya duduki ada 4 buah kursi. Saya mencoba mengobrol dengan orang-orang yang duduk di dekat saya dalam bahasa English tapi nampaknya mereka banyak tak paham bahasa English. Nampaknya mereka dari negara Eropa Timur. Tapi saat ngomong mereka memberi kode , tangan kanan di taruh di dada dan nunjuk ke langit mungkin artinya dihatiku hanya ada Allah.
Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa Orang yang menunaikan ibadah haji itu karena Hati nya Ikhlas ke Allah, atau istilahnya memenuhi panggilan Allah.  Dari hasil survey di luar Orang Indonesia.

Sebelum memasuki waktu Zhuhur, saya pun kembali ke tenda. Untuk menunaikan sholat Jum'at dan sambil menunggu , saya ngaji lagi dan berdo'a lagi karena saya banyak menerima titipan do'a dari kawan-kawan saya yang saat itu berada di Canberra. Dan waktu masuk ke Zuhur atau waktu sholat Jum'at, rupanya tidak ada sholat jum'at dan sholat Idul Adha diwaktu yang sama , istilahnya tidak ada 2 kotbah di hari Jum'at . Jadinya kami hanya mendengar kotbah jum'at dan setelah sholat selesai, kami pun makan siang dan setelah itu melanjutkan berdo'a sebanyak-banyaknya karena Insha Allah bilamana kita membaca Do'a di hari Arafah, akan terkabul permohonannya. .

Hari semakin panas dan suhu di dalam tenda semakin meninggi, akhirnya saya beranjak lagi dari tenda kami menuju ke taman firdaus (istilah saya ..red) dan tak lupa saya mengajak istri saya unutk ikut dan bilang disana ada kipas angin dan lain-lain tapi dia tidak mau ikutan sama saya. Akhinya saya pun pergi sendiri dan tak lupa membawa Al Qur'an dimana di dalamnya ada kumpulan-kumpulan do'a. Karena saya beranggapan berdiam diri di Arafah itu tidak harus menyiksa diri, kalau ada yang bisa lebih baik kenapa harus bertahan, karena di sana ada tenda lain yang pakai AC dan makanan yang melimpah..Tapi tiap orang berbeda pandangan mengenai kenyamanan.

Setelah tiba di taman firdaus tersebut, ternyata semua tenda sudah penuh dan tidak ada tempat duduk yang tersisa. Dan akhinya saya pun mint air teh dengan penjaga air dan nampaknya dia ngerti kalau saya pengen duduk di kursi dan baca Al Qur'an/. Dan mungkin saja saya dilihatnya orang baik dan wajah saya yang memelas, diberikan kursinya ke saya. (semua percakapan pakai bahasa isyarat..red) dan akhirnya saya pun dikasih tempat duduk dan dibawa tenda serta ada kipas anginnya, dengan teh hangat menemani dudukku. Saya jumpa orang Indonesia atau Malaysia di tenda yang dekat saya tapi saya malas ngobrol dengan mereka. Karena nampaknya. mereka tidak mau diajak ngobrol karena mereka rombongan.

Jadi setelah itu saya baca Do'a-do'a yang ada di Ayat-Ayat Al Qur'an dan juga dari teman-teman saya dan tidak putus-putus , putusnya saat minum teh hangat yang tersedia di meja. Dari jam 1 siang sampai jam 4 sore saya duduk di lokasi tersebut dan disaat merasakan bahwa cahaya matahari sudah tidak terik lagi saya pun beranjak ke tenda kami di Arafah untuk menjumpai istri saya dan rombongan.

Setelah itu melakukan kembali do'a-do'a karena jangan pernah putus berdo'a bilamana berada di Arafah dan Insha Allah terkabul..